-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    DRAMA LUAR BIASA DUA KEPALA DESA PURWAKARTA: BOHONGI BUPATI, ISTRI SAH MENINGGAL TRAGIS, NIKAH DIKAMUFLASEKAN JADI SYUKURAN, HANYA 60 HARI SETELAH DUKA!

    02 Juni 2026, Juni 02, 2026 WIB Last Updated 2026-06-02T09:24:28Z

     


    Purwakarta — Kisah ini benar-benar bikin darah mendidih, mulut warga tak berhenti bergunjing, dan menjadi skandal terpanas yang pernah mengguncang dunia pemerintahan desa di Purwakarta! Dua pemimpin desa yang seharusnya jadi teladan, justru menjadi pusat badai kontroversi yang penuh sandiwara, kebohongan, hingga tindakan yang dinilai sangat tak beretika dan menusuk hati nurani.

     

    Tokoh utama drama ini tak lain adalah Nunung Rahayu, Kepala Desa Pusakamulya, dan Mulyana, Kepala Desa Parakangarokgek. Nama keduanya tak sekadar disebut sebagai pejabat, tapi kini jadi simbol kisah asmara gelap yang memalukan. Awal mula semua bermula saat kabar kedekatan keduanya merebak ke telinga warga. Saat itu situasinya sangat jelas: Nunung sudah berpisah dengan suaminya, tapi Mulyana MASIH MEMILIKI ISTRI SAH, wanita setia yang mendampinginya susah senang, Nyai Sumiati.

     

    Isu itu langsung meledak! Warga berteriak lantang: "Ini bukan urusan kerja! Ada api besar di balik asap tebal ini!" Dugaan hubungan terlarang, perselingkuhan, dan hubungan yang melampaui batas kewajaran menjadi bahan cemoohan di mana-mana. Nama baik keduanya dicoreng habis, dipermalukan oleh rakyat yang mereka pimpin.

     

    Merasa terdesak dan ketahuan, Nunung Rahayu mengambil langkah licik dan penuh akting. Ia datang menghadap langsung ke Bupati Purwakarta yang sangat dihormati, Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein. Di hadapan pemimpin tertinggi itu, Nunung  membela diri sekuat tenaga, dan MEMBOHONGI BELIAU HABIS-HABISAN. Ia berkata tak ada apa-apa, hanya sebatas hubungan kerja, semua cuma fitnah, semua cuma isu kosong.

     

    Terbawa kata-kata manis dan sandiwara yang meyakinkan, Om Zein pun percaya! Beliau bahkan ikut membantu meluruskan kabar dengan menyebarkan video klarifikasi lewat media sosialnya, demi membersihkan nama kedua kepala desa itu. TAPI APA YANG TERJADI? SEMUA ITU ADALAH KEBOHONGAN BESAR YANG DIRANCANG MATANG-MATANG!

     

    Masyarakat pun gempar dan kecewa berat! Muncul kalimat tajam yang jadi buah bibir semua orang: "KALAU BUPATI SAJA BISA DIBOHONGI DAN DIPERMAINKAN, BAGAIMANA NASIB KITA RAKYAT KECIL? JELAS MEREKA TAK PUNYA MALU DAN TAK TAKUT ALLAH!" Klarifikasi itu kini terbukti hanya kedok untuk menutupi aib yang sebenarnya sudah berlangsung lama. Ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. 

     

    Sementara itu, di balik layar, Nyai Sumiati menanggung penderitaan yang tak terbayangkan. Sebagai istri sah yang tak berdosa, ia harus menelan ludah pahit, menahan sakit hati luar biasa, melihat suaminya dimiliki orang lain, sementara dunia menertawakan nasibnya. Beban batin itu pasti sangat berat, menghancurkan hati wanita yang setia itu sedikit demi sedikit.

     

    Takdir pun berbicara dengan cara yang paling tragis dan menyayat hati! Sebuah kecelakaan mengerikan di Pondoksalam merenggut nyawa Nyai Sumiati untuk selamanya. Ia pergi meninggalkan dunia ini dalam keadaan penuh duka, terluka, dan menjadi korban kesewenang-wenangan orang yang seharusnya melindunginya. Seluruh warga menangis pilu: "Kasihan Nyai, pergi belum sempat melihat keadilan!"

     

    Namun, yang terjadi selanjutnya membuat sebagian warganya sampai tak bisa berkata-kata, marah luar biasa, BELUM KERING AIR MATA DUKA, BELUM PUNAH RASA SEDIH — HANYA 60 HARI SETELAH NYAI SUMIATI DIKUBUR, publik dihantam kenyataan yang bikin gemetar!

     

    Mulyana dan Nunung Rahayu RESMI MENIKAH! Dan yang lebih bikin darah mendidih lagi: pernikahan itu DILAKUKAN DENGAN CARA MENIPU DAN MENYAMAR!

     

    Berdasarkan keterangan warga yang hadir di lokasi, Kampung Cikubang RT 04/RW 02 Desa Pusakamulya, awalnya warga diajak hadir dengan alasan ACARA SYUKURAN RUMAH BARU. Tapi begitu sampai di tempat, warga kaget dan terperanjat! Yang berlangsung ternyata adalah prosesi akad nikah antara kedua kepala desa yang selama ini jadi bahan gunjingan itu! Sungguh tindakan yang pengecut, menyembunyikan pernikahan di balik kedok syukuran, seolah tahu bahwa apa yang dilakukan itu salah dan tak berani dipertontonkan secara jujur!

     

    Pernikahan kilat ini, hanya berselang dua bulan lebih sedikit dari kematian istri sah, menjadi BUKTI NYATA DAN KUNCI JAWABAN DARI SEGALA RUMOR YANG DULU DIBANTAH! Warga bersuara keras: "Sudah terbukti benar semua! Mereka memang menjalin hubungan gelap saat Nyai masih hidup! Ini penghinaan paling kejam bagi mendiang! Seolah Nyai cuma penghalang yang harus disingkirkan!"

     

    Langkah ini dianggap sangat tak beretika, tak punya rasa kemanusiaan, dan tak menghormati almarhumah sedikit pun. Seolah duka dan kehilangan Nyai Sumiati tak ada artinya bagi mereka berdua.

     

    Kini tak ada lagi yang bisa disangkal. Sandiwara sudah usai, kedok telah robek. Dua orang yang dulu menangis di depan Bupati sambil berkata "kami tak bersalah", kini hidup bersama sebagai suami istri dengan cara yang penuh kontroversi.

     

    Kisah ini menjadi aib besar bagi dunia pemerintahan desa. Betapa mudahnya pejabat memutarbalikkan fakta, menipu atasan, menipu rakyat, bahkan menipu tamu undangan demi nafsu dan keinginan pribadi.

     

    Bagi keluarga yang ditinggalkan Nyai Sumiati, luka ini tak akan pernah sembuh. Duka yang mendalam bercampur rasa sakit melihat pelaku pengkhianatan justru hidup bahagia seolah tak berdosa.

     

    Semoga almarhumah Nyai Sumiati beristirahat dengan tenang, mendapatkan tempat paling mulia di sisi Allah SWT, dan menjadi saksi bahwa kebenaran, meski terlambat, akhirnya terungkap juga di hadapan seluruh mata masyarakat. Biarlah sejarah mencatat, siapa yang tulus, dan siapa yang hanya pandai berpura-pura!***

    Redaksi Sukapurwanews.com (Yd)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +