-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    KADISPORAPARBUD PURWAKARTA HADIRI PENUTUPAN PASANGGIRI JAIPONG PANGGUNG SENI ATHARRAZKA TINGKAT JAWA BARAT

    30 Juni 2026, Juni 30, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T06:46:14Z


    Purwakarta, 28 Juni 2026
    Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Aep Durohman, menghadiri secara langsung acara penutupan Pasanggiri Jaipong Panggung Seni Atharrazka Tingkat Jawa Barat yang digelar di Panggung Seni Atharrazka, Situ Cigangsa, Purwakarta, pada tanggal 26–28 Juni 2026.



    Kegiatan ini berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian masyarakat. Pasanggiri Jaipong tingkat Jawa Barat tersebut diikuti oleh berbagai sanggar seni dari sejumlah daerah, di antaranya Purwakarta, Subang, Bandung, Bekasi, Karawang, Bandung Barat, hingga Cianjur. Kehadiran para peserta dari berbagai kota menjadi bukti bahwa seni Jaipong masih memiliki daya tarik kuat dan terus hidup di tengah masyarakat.



    Dalam sambutannya, Kadisporaparbud Purwakarta, Aep Durohman, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, peserta, sanggar, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.


    Beliau menyampaikan,
    "Pasanggiri Jaipong ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembinaan, pelestarian, dan regenerasi seni budaya Sunda. Kami dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta sangat mengapresiasi inisiatif kegiatan seperti ini karena mampu menjadi wadah lahirnya bibit-bibit penari berbakat sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman."



    Beliau juga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dan mampu menjadi agenda budaya unggulan di Purwakarta.

    Sementara itu, Pak Sugih, tokoh asal Yogyakarta yang kini menetap di Purwakarta sekaligus pelopor berdirinya Panggung Seni Atharrazka, menyampaikan bahwa pembangunan panggung seni ini merupakan bentuk nyata kecintaannya terhadap seni tradisional dan budaya Nusantara.



    Menurutnya,
    "Panggung Seni Atharrazka ini dibangun dari kecintaan terhadap seni tradisional. Bukan hanya untuk Jaipong, tetapi untuk seluruh elemen kesenian yang ada di Purwakarta. Kami ingin tempat ini menjadi rumah bersama bagi para seniman, budayawan, komunitas seni, dan generasi muda untuk terus berkarya, berlatih, berkolaborasi, serta menampilkan karya terbaiknya."



    Pak Sugih juga menegaskan bahwa fasilitas Panggung Seni Atharrazka ke depan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni budaya, mulai dari tari tradisional, musik, pencak silat, teater, hingga festival budaya lainnya.


    Di sisi lain, Kang Dodi selaku Event Organizer dari Lugay Digital Management menjelaskan bahwa persiapan kegiatan ini dilakukan secara intens selama lebih dari satu bulan. Fokus utama tim EO adalah pada pengelolaan kepesertaan, administrasi, koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kedinasan, serta memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.


    Kang Dodi menyampaikan bahwa salah satu hal yang membedakan penyelenggaraan Pasanggiri kali ini dari kegiatan sebelumnya adalah penerapan sistem digital dalam proses pelaksanaan.


    "Kami mencoba menghadirkan sistem yang lebih modern, efektif, dan transparan melalui digitalisasi. Mulai dari administrasi peserta, pendataan, bagan partai, hingga sistem penilaian, semuanya mulai diarahkan ke sistem digital. Tujuannya agar proses perlombaan menjadi lebih tertata, profesional, efisien, serta meminimalisir kesalahan teknis."


    Menurutnya, penerapan sistem digital ini merupakan langkah awal menuju modernisasi event seni budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional yang menjadi ruh utama kegiatan.


    Lebih lanjut, Kang Dodi juga berharap ke depan seluruh unsur yang ada di lingkungan sekitar dapat semakin solid dalam mendukung kegiatan-kegiatan budaya.


    "Kami berharap ke depannya semua unsur, baik aparatur desa, LMDH, Karang Taruna, tokoh masyarakat, maupun elemen lainnya bisa semakin kompak dan bersinergi. Kegiatan budaya seperti ini akan lebih besar dampaknya jika dibangun bersama-sama. Ketika semua pihak bersatu, bukan tidak mungkin Purwakarta menjadi salah satu pusat kegiatan seni budaya terbesar di Jawa Barat."


    Pasanggiri Jaipong Panggung Seni Atharrazka 2026 ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, komunitas, dan masyarakat mampu melahirkan ruang positif bagi pelestarian budaya. Diharapkan kegiatan ini menjadi awal dari lahirnya event-event budaya besar lainnya yang mampu mengangkat potensi seni tradisional Purwakarta ke level yang lebih tinggi.


    Redaksi Sukapurwanews/kang dodi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +