BOGOR – Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah di Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha agar pengelolaan sampah tidak hanya mampu menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong melalui kemitraan strategis dengan sejumlah bank sampah di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat penerapan ekonomi sirkular berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Bank sampah memiliki peran penting sebagai sarana edukasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah juga mampu menciptakan nilai ekonomi melalui proses daur ulang berbagai jenis material yang masih memiliki nilai jual.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, Solusi Bangun Indonesia terus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada bank-bank sampah binaan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mengurangi timbulan sampah di wilayah Kecamatan Klapanunggal.
General Affairs & Community Relations Manager Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong, Nur Lailiyah, mengatakan bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan maupun masyarakat.
"Pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan komitmen dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, serta dunia usaha untuk menciptakan sistem yang berkelanjutan. Melalui kemitraan dengan bank sampah, kami ingin mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama," ujarnya.
Semangat kolaborasi tersebut kembali diperkuat dalam momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026 melalui pelaksanaan program Aksi SESAMA (Sedekah Sampah Bersama). Program yang diinisiasi oleh Nathabumi, unit bisnis pengelolaan limbah industri ramah lingkungan milik Solusi Bangun Indonesia, mengajak seluruh karyawan untuk melakukan pemilahan sampah yang kemudian disalurkan kepada bank-bank sampah binaan.
Head of AFR Division Solusi Bangun Indonesia, Budi Yuliadi Nugraha, menjelaskan bahwa Aksi SESAMA merupakan implementasi nyata konsep ekonomi sirkular yang menghubungkan pengelolaan limbah perusahaan dengan pemberdayaan masyarakat.
"Pendekatan ini sekaligus mendorong perubahan cara pandang bahwa sampah bukan hanya limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali secara bertanggung jawab. Hal ini juga dapat mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah dari sumbernya," jelasnya.
Sejak diluncurkan pada 2023 hingga pertengahan 2026, program Aksi SESAMA berhasil mengumpulkan lebih dari 9.000 kilogram (9 ton) sampah yang terdiri atas kertas, logam, plastik, dan minyak jelantah. Seluruh material tersebut kemudian dikelola oleh bank-bank sampah binaan untuk didaur ulang sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi beban sampah di lingkungan.
Salah seorang pengelola Bank Sampah Cahaya Mandiri Klapanunggal, Encim, mengaku kemitraan bersama Solusi Bangun Indonesia telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan kelompok pengelola sampah di wilayahnya.
"Melalui pendampingan dan kolaborasi yang dilakukan, semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan kegiatan bank sampah di lingkungan sekitar," ungkapnya.
Ke depan, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong berkomitmen untuk terus memperkuat berbagai program lingkungan berbasis masyarakat sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung ekonomi sirkular, mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya, serta menciptakan nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat, pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi dipandang sebagai persoalan semata, melainkan menjadi peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.***
Redaksi Sukapurwanews.com

