-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    Silaturahmi Budaya di Situ Cigangsa, Ratusan Pesilat Meriahkan Ngibing Pencak Silat Tradisi

    08 Juni 2026, Juni 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-08T01:05:51Z


    LATIHAN GABUNGAN DAN NGIBING PENCAK SILAT TRADISI DI PANGGUNG SENI ATHARRAZKA BERLANGSUNG MERIAH

    Campaka, 7 Juni 2026

    Semangat pelestarian budaya bangsa kembali bergema dalam kegiatan Latihan Gabungan dan Ngibing Pencak Silat Tradisi yang berlangsung meriah di Panggung Seni Atharrazka, Situ Cigangsa, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Minggu (7/6/2026).



    Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 150 pesilat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak usia 5 tahun hingga pesilat dewasa. Para peserta berasal dari berbagai perguruan pencak silat tradisional, di antaranya Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana, Gagak Lumayung Generasi Pusaka, Wargi Saluyu, Tali Wargi Garuda Putih, Tali Wargi Surya Kencana, Gajah Putih, serta sejumlah komunitas pencak silat lainnya.



    Suasana latihan berlangsung hangat, penuh persaudaraan, dan sarat nilai budaya. Diiringi alunan musik live Gendang Pencak Silat yang menggema di tengah panorama alam Situ Cigangsa yang asri, para pesilat tampak antusias menampilkan jurus, ibingan, serta saling bertukar pengalaman dalam suasana kekeluargaan.



    Kegiatan ini diprakarsai dan didukung penuh oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Campaka, H. Ahmad, ST., serta Sugiono selaku pemilik Panggung Seni Atharrazka. Keduanya memiliki komitmen yang sama dalam menyediakan ruang positif bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan seni budaya warisan leluhur.


    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IPSI Kabupaten Purwakarta, H. Arif Kurniawan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga atau ajang kompetisi semata, melainkan sebuah sarana pendidikan karakter yang memiliki nilai luhur.



    Selain dihadiri Ketua IPSI Kabupaten Purwakarta, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dan perhatian dari Ketua Forum Silaturahmi Pesilat Purwakarta (FSPP), Ariansyah. Kehadiran beliau semakin memperkuat semangat persatuan dan silaturahmi antarperguruan pencak silat yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, Ariansyah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan latihan gabungan dan ngibing pencak silat tradisi yang dinilai mampu menjadi sarana mempererat hubungan antar pesilat sekaligus menjaga kelestarian budaya warisan leluhur.




    "Kegiatan seperti ini sangat positif karena menjadi ruang bertemunya para pesilat dari berbagai perguruan dalam suasana persaudaraan. Pencak silat tradisi adalah identitas budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi agenda rutin yang mampu memperkuat sinergi seluruh insan pencak silat di Kabupaten Purwakarta," ujar Ariansyah.


    Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa perbedaan perguruan bukanlah penghalang untuk bersatu dalam tujuan yang sama, yaitu menjaga marwah pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.



    "Sejatinya pencak silat adalah media pendidikan mental, pembentukan karakter, serta sarana mempererat persaudaraan. Melalui pencak silat kita diajarkan disiplin, menghormati sesama, menjaga moral, dan mencintai budaya bangsa. Adapun prestasi dan gelar juara di gelanggang pertandingan merupakan bonus dari proses pendidikan yang dijalani dengan baik," ungkap H. Arif Kurniawan di hadapan para peserta.


    Ketua Pelaksana kegiatan, Kang Dodi Suhada Akum, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.


    "Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pengurus Karang Taruna Kecamatan Campaka, pengelola Panggung Seni Atharrazka, para ketua perguruan, pelatih, orang tua peserta, serta seluruh pesilat yang telah hadir dan ikut menyukseskan kegiatan ini. Alhamdulillah kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin setiap bulan sebagai wadah silaturahmi dan pembinaan generasi muda pecinta pencak silat tradisi," ujar Kang Dodi.



    Sementara itu, tokoh seni budaya sekaligus pemilik Panggung Seni Atharrazka, Bapak Sugih, menyampaikan bahwa keberadaan Panggung Seni Atharrazka memang dipersiapkan sebagai rumah bersama bagi seluruh insan budaya.


    "Kami ingin Panggung Seni Atharrazka menjadi ruang terbuka bagi semua pelaku seni dan budaya. Bukan hanya untuk pencak silat, tetapi juga bagi sanggar tari, komunitas seni, seniman tradisional, musisi, pegiat budaya, hingga generasi muda yang memiliki bakat dan kreativitas untuk dikembangkan. Tempat ini kami dedikasikan untuk menjaga denyut kebudayaan agar terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat," tutur Bapak Sugih.


    Kegiatan Latihan Gabungan dan Ngibing Pencak Silat Tradisi ini menjadi bukti bahwa semangat persatuan antarperguruan masih terjaga dengan baik. Perbedaan aliran dan organisasi tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam semangat melestarikan budaya bangsa.


    Dengan suasana alam yang indah, iringan musik tradisional yang menggugah semangat, serta kebersamaan yang terjalin sepanjang kegiatan, Panggung Seni Atharrazka kembali menunjukkan potensinya sebagai pusat kegiatan seni budaya yang mampu menjadi wadah pembinaan, edukasi, hiburan, dan pelestarian warisan budaya Nusantara bagi generasi masa depan


    Sukapurwanews:Kang Dodi


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +