Bandung – Semangat melestarikan bahasa dan budaya Sunda kembali digaungkan melalui peluncuran perdana Majalah Sunda Ligar yang digelar di Auditorium B Lantai 4 Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Dr. Setiabudi No. 229, Kota Bandung, Sabtu (4/7/2026).
Mengusung tema "Hirup Basana Hurip Bangsana", peluncuran majalah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat literasi berbahasa Sunda sekaligus menegaskan komitmen berbagai kalangan untuk menjaga warisan budaya di tengah derasnya arus modernisasi.
Acara bertajuk Gelaring Majalah Sunda Ligar tersebut dihadiri akademisi, budayawan, sastrawan, tokoh masyarakat, mahasiswa, pegiat literasi, hingga tamu dari tingkat nasional dan internasional. Suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme sejak awal hingga akhir acara.
Salah satu momen bersejarah dalam peluncuran tersebut adalah penandatanganan sampul perdana Majalah Sunda Ligar oleh budayawan Sunda, Prof. Dr. Yus Rusyana, sebagai simbol resmi lahirnya media literasi berbahasa Sunda yang diharapkan mampu menjadi ruang berkumpulnya para penulis, pemerhati budaya, dan generasi muda.
Dewan Redaksi Majalah Ligar, Drs. Karno Kartadibrata, menegaskan bahwa kehadiran Majalah Ligar merupakan bagian dari ikhtiar memajukan masyarakat Sunda melalui jalur literasi.
"Ku medalna Majalah Ligar mangrupikan hakikat kamajengan kanggo masyarakat Sunda hususna, umumna Indonesia. Janten sumbangsih para bapa, ibu oge palanggan Majalah Ligar sami sareng ngarojong kamekaran Basa Sunda," ujarnya.
Sementara itu, penulis Sunda Tuti Heryati mengaku bersyukur atas lahirnya media tersebut. Menurutnya, Majalah Ligar akan semakin memperkaya khazanah literasi Sunda dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya menggunakan bahasa ibu.
Ucapan syukur juga disampaikan perwakilan redaksi, Rudi H. Tarmidzi, yang mengapresiasi besarnya dukungan dari berbagai kalangan. Bahkan, kehadiran tokoh Jawa Barat Ceu Popong Otje Djundjunan menjadi kejutan sekaligus penyemangat bagi seluruh tim redaksi.
"Alhamdulillah, Gelaring Majalah Ligar parantos lekasan kalayan suksés. Dukungan luar biasa datang dari berbagai pihak. Ini menjadi energi bagi kami untuk terus menghadirkan karya-karya terbaik," ungkap Rudi.
Menurutnya, dukungan tidak hanya datang dari Jawa Barat, tetapi juga dari tokoh nasional seperti Moh. Jumhur Hidayat, kalangan akademisi, cendekiawan, legislatif, hingga mitra internasional, termasuk Prof. Hendra Hermawan, Guru Besar Laval University, Kanada.
Pimpinan Umum Majalah Ligar, Gun Gun Wira Wijaya, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sejak proses perencanaan hingga peluncuran resmi edisi perdana.
Dewan Pembina Majalah Ligar, Prof. Dr. Chye Retty Isnendes, S.Pd., M.Hum., mengajak masyarakat agar tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga aktif mengirimkan karya tulis berbahasa Sunda sehingga Majalah Ligar benar-benar menjadi ruang bersama dalam mengembangkan literasi daerah.
Sementara itu, sesepuh Sunda Prof. Dr. Yus Rusyana menyampaikan rasa bangganya atas lahirnya media yang menjadikan bahasa Sunda sebagai identitas utama.
"Mudah-mudahan Majalah Ligar mampu menghidupkan kembali bahasa, budaya, dan pendidikan Sunda sehingga semakin dicintai oleh generasi masa kini," tuturnya.
Dukungan juga datang dari tokoh yang menghiasi sampul perdana, Dr. Rina Heryani, S.Pd., M.Pd., yang berharap Majalah Ligar mampu membawa nuansa kesundaan ke seluruh penjuru Indonesia.
Pesan penuh motivasi disampaikan pula oleh sesepuh Jawa Barat Ceu Popong Otje Djundjunan. Ia mengingatkan agar seluruh pengelola tetap konsisten dan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan media tersebut.
"Majalah Sunda Ligar sing kiat. Ulah gereges gedebug. Kudu diniatan sareng kudu ulet, ti ngawitan nol dugi ka salajengna."
Apresiasi serupa disampaikan Perwakilan PRFM, Bambang Raditya Purnama, yang menilai kehadiran Majalah Ligar akan memperkaya literasi berbahasa Sunda sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.
Di sisi lain, mahasiswa Zidan Jamaludin berharap lahirnya Majalah Ligar dapat memotivasi semakin banyak penulis muda untuk berkarya dan menjaga eksistensi sastra Sunda di masa depan.
Peluncuran edisi perdana Majalah Sunda Ligar bukan sekadar menghadirkan media baru, melainkan menjadi tonggak penting kebangkitan literasi berbahasa Sunda. Dengan mengusung semangat "Hirup Basana Hurip Bangsana", Majalah Ligar diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas generasi dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan bahasa, sastra, pendidikan, serta budaya Sunda sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.***
Redaksi Sukapurwanews.com
