-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    UJIAN KENAIKAN TINGKAT GAGAK LAWUNG KOTA BEKASI, PERKUAT KARAKTER DAN DISIPLIN PESILAT SEJAK DINI

    Dodi
    25 Oktober 2026, Oktober 25, 2026 WIB Last Updated 2026-10-25T07:20:39Z

     


    SUKAPURWAK NEWS | BEKASI — Perguruan Pencak Silat Gagak Lawung Cabang Kota Bekasi menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertempat di Bumi Perkemahan Strada Dragonfly, Toyogiri, Tambun. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 pesilat dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) yang selama ini mendapatkan pembinaan melalui latihan rutin di Perguruan Pencak Silat Gagak Lawung Kota Bekasi.


    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan bagi para pesilat, tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknik pencak silat, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kemandirian, mental, etika, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan generasi muda.


    Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi pencak silat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Pusat Perguruan Pencak Silat Gagak Lawung, Moch Noor Daswab Muda, S.Pd., M.M.; Sekretaris Jenderal Asosiasi Pesilat Nusantara (APN), Dodi Suhada Akum; serta Abah Dani dari Perguruan Rantai Mas yang hadir mewakili unsur pengurus IPSI Kota Bekasi.


    UKT Menjadi Sarana Evaluasi dan Peningkatan Prestasi

    Ujian Kenaikan Tingkat merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan seorang pesilat. Melalui kegiatan ini, para pelatih dapat mengevaluasi perkembangan peserta setelah menjalani latihan di padepokan, baik dari aspek penguasaan materi, ketepatan teknik gerakan, kedisiplinan, sikap, maupun kesungguhan dalam mengikuti proses latihan.



    Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para pesilat untuk mengukur kemampuan diri, memahami kekurangan yang perlu diperbaiki, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan latihan pada tingkat berikutnya.


    Dalam keterangannya, perwakilan yang hadir menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Perguruan Pencak Silat Gagak Lawung Cabang Kota Bekasi dalam melaksanakan pembinaan dan ujian kenaikan tingkat secara rutin.



    Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan dapat menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas pesilat, sehingga mereka mampu berpartisipasi dan meraih prestasi dalam berbagai kejuaraan maupun festival pencak silat yang diselenggarakan oleh IPSI, PPSI, APN, serta organisasi pencak silat lainnya.


    Dengan demikian, proses latihan tidak hanya berorientasi pada penguasaan jurus dan teknik bela diri, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesiapan mental, meningkatkan kualitas penampilan, memperkuat semangat berlatih, dan menumbuhkan sikap sportif dalam menghadapi kompetisi.



    Dodi Suhada Akum: Naik Tingkat Bukan Sekadar Berganti Sabuk


    Sekretaris Jenderal Asosiasi Pesilat Nusantara, Dodi Suhada Akum, dalam sambutannya menegaskan bahwa ujian kenaikan tingkat tidak boleh dimaknai sebatas pergantian sabuk atau peningkatan jenjang dalam perguruan.


    Menurutnya, kenaikan tingkat harus mencerminkan adanya perkembangan nyata dalam diri seorang pesilat, baik dari sisi kemampuan pencak silat maupun kualitas kepribadiannya.


    “Ujian kenaikan tingkat bukan hanya tentang berganti sabuk. Yang lebih penting adalah bagaimana seorang pesilat mengalami peningkatan dalam kedisiplinan, kemandirian, kreativitas, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan. Jangan sampai sabuknya naik, tetapi sikap dan kedisiplinannya tidak ikut meningkat,” ungkap Dodi Suhada Akum.


    Ia menilai perguruan pencak silat memiliki peran strategis sebagai wadah pendidikan dan pembentukan karakter anak sejak dini. Melalui latihan yang terarah dan pembiasaan yang konsisten, anak-anak dapat belajar menghormati orang tua dan pelatih, menghargai sesama, menaati aturan, mengendalikan emosi, serta berani menghadapi tantangan dengan sikap yang bertanggung jawab.


    Dodi juga mengapresiasi Perguruan Pencak Silat Gagak Lawung yang terus menjalankan peran pembinaan generasi muda melalui pencak silat. Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tidak semata-mata diukur dari banyaknya medali atau gelar juara yang diraih, tetapi juga dari keberhasilannya membentuk generasi yang memiliki karakter baik, mental kuat, etika, dan kemampuan untuk berkontribusi positif di lingkungan masyarakat.




    “Prestasi itu penting, tetapi karakter tetap menjadi fondasi. Kita ingin melahirkan pesilat yang bukan hanya terampil dalam gerakan, tetapi juga memiliki adab, mampu berpikir kreatif, mandiri, dan kelak bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab,” tambahnya.


    Berikan Piagam Penghargaan dan Mendali sebagai Bentuk Apresiasi


    Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan partisipasi para pesilat dalam kegiatan pembinaan, Dodi Suhada Akum turut memberikan piagam penghargaan serta mendali kepada para pesilat yang dipilih oleh pelatih.


    Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas keterlibatan dan proses pembinaan yang dijalani para pesilat. Apresiasi ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memotivasi mereka agar semakin giat berlatih, meningkatkan kedisiplinan, dan terus mengembangkan kemampuan.



    Menurut Kang Dodi, penghargaan dalam dunia pencak silat tidak semata-mata menjadi simbol pencapaian, tetapi juga merupakan bentuk dorongan agar para pesilat menghargai proses dan memahami pentingnya usaha dalam mencapai hasil yang lebih baik.


    Pemilihan penerima apresiasi yang dilakukan oleh pelatih juga menjadi bagian dari proses pembinaan, dengan mempertimbangkan perkembangan dan keterlibatan pesilat selama mengikuti kegiatan.


    Melalui penghargaan tersebut, para pesilat diharapkan memahami bahwa pencapaian bukan hanya tentang menjadi juara, melainkan juga tentang kesungguhan dalam berlatih, kemauan memperbaiki diri, menghormati pelatih, serta menjaga etika di dalam maupun di luar lingkungan perguruan.


    Ketua Pelaksana Dorong Dukungan Pemerintah


    Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Daya Nurdin, yang juga berpengalaman sebagai juri seni pencak silat di berbagai lembaga dan organisasi pencak silat, berharap kegiatan pembinaan seperti Ujian Kenaikan Tingkat mendapatkan perhatian dan dukungan yang lebih luas dari pemerintah.


    Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan perguruan pencak silat di tingkat cabang memiliki kontribusi penting dalam membina generasi muda, melestarikan seni budaya bangsa, serta membangun lingkungan sosial yang positif melalui aktivitas olahraga dan pendidikan karakter.


    Ia berharap pemerintah dapat turut mengambil bagian dalam mendukung agenda pembinaan pencak silat, baik melalui fasilitasi sarana latihan, dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan, peningkatan kualitas pelatih, maupun program pembinaan prestasi yang berkelanjutan.


    Dukungan tersebut dinilai penting agar perguruan pencak silat dapat terus menjalankan fungsinya secara optimal, terutama dalam menyediakan ruang kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja.


    Menurut Daya Nurdin, upaya pembinaan yang dilakukan secara konsisten oleh perguruan perlu berjalan seiring dengan perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi pencak silat, dunia pendidikan, dan masyarakat.


    Pencak Silat sebagai Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya


    Penyelenggaraan Ujian Kenaikan Tingkat Gagak Lawung Kota Bekasi menjadi gambaran bahwa pembinaan pencak silat di tingkat perguruan memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar aktivitas olahraga dan bela diri.


    Di dalamnya terdapat proses pendidikan yang mengajarkan kedisiplinan, ketekunan, penghormatan terhadap guru, kepatuhan terhadap aturan, keberanian, serta semangat untuk terus memperbaiki diri.


    Bagi pesilat usia sekolah, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan kewajiban belajar, menghormati orang tua dan guru di sekolah, membangun pergaulan yang sehat, serta menggunakan kemampuan bela diri secara bijaksana dan bertanggung jawab.


    Melalui kegiatan ujian kenaikan tingkat yang dilaksanakan secara berkala, Perguruan Pencak Silat Gagak Lawung Kota Bekasi diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pembinaan, melahirkan pesilat yang berprestasi, sekaligus menjaga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang sarat nilai pendidikan.


    Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa padepokan bukan sekadar tempat berlatih jurus, melainkan ruang pendidikan dan pembentukan karakter bagi generasi penerus bangsa.


    Sinergi antara perguruan, pelatih, orang tua, organisasi pencak silat, dan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pembinaan yang berkelanjutan. Dengan dukungan bersama, pencak silat diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sehat, disiplin, berprestasi, berbudaya, serta memiliki karakter dan jiwa kepemimpinan.


    Seni, budaya, olahraga, prestasi, karakter, dan kepemimpinan merupakan nilai-nilai penting yang perlu terus ditanamkan melalui pembinaan pencak silat sejak usia dini.


    SUKAPURWAK NEWS — Mengabarkan Peristiwa, Mengangkat Budaya, dan Mendorong Kemajuan Masyarakat.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +