-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    Kunjungi Ponpes Al-Khoziny, Menko AHY: Tragedi 67 Syuhada Tak Boleh Terulang, Keselamatan Santri Tak Bisa Ditawar

    25 Juni 2026, Juni 25, 2026 WIB Last Updated 2026-06-25T12:41:24Z


     



    Sukapurwanews.com - SIDOARJO – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny yang merenggut 67 nyawa harus menjadi pelajaran bersama agar keselamatan peserta didik menjadi prioritas dalam setiap pembangunan fasilitas pendidikan.









    Pesan tersebut disampaikan AHY saat meninjau pembangunan kembali Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026). Dalam kunjungan itu, AHY didampingi Ketua Dewan Pengasuh Ponpes Al-Khoziny KH Abdul Salam Mujib, Bupati Sidoarjo Subandi, serta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum.


    Setibanya di lokasi, AHY disambut hangat para kiai, pengurus pondok, dan para santri. Selain meninjau langsung pembangunan, ia juga berdialog dan bersilaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Khoziny untuk mendengarkan harapan mereka terhadap pembangunan kembali kompleks pesantren.





    Menurut Menko AHY, pembangunan kembali pesantren bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, melainkan memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar keselamatan yang baik sehingga peristiwa serupa tidak pernah terulang.


    "Saya tadi berpesan agar seluruh proses pembangunan diselesaikan dengan sebaik mungkin. Tidak boleh ada yang sembarangan. Harus benar-benar sesuai dengan standar kelayakan," ujar Menko AHY.









    Saat ini pembangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny telah mencapai progres lebih dari 50 persen. Berdasarkan data per 21 Juni 2026, realisasi fisik telah mencapai sekitar 58 persen atau sedikit lebih cepat dibandingkan target rencana, sehingga pemerintah optimistis pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.


    Kompleks baru Ponpes Al-Khoziny dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu. Menko AHY sebelumnya meninjau tiga bangunan utama yang sedang dikerjakan, yakni asrama santri berkapasitas sekitar 850 penghuni mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah hingga sebagian ustaz, masjid empat lantai yang mampu menampung sekitar 1.200 jemaah, serta gedung pendidikan yang terdiri atas sejumlah ruang kelas.








    Selain itu, pemerintah juga membangun berbagai fasilitas penunjang seperti sanitasi, drainase, jalan lingkungan, hingga penyediaan air bersih agar tercipta lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman bagi para santri.


    Bagi Menko AHY, tragedi yang pernah terjadi di Al-Khoziny menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan fasilitas pendidikan.


    "Karena atas apa yang terjadi di pondok pesantren ini, kita tahu ada 67 syuhada. Karena itu kita semua bertekad membangun kembali lebih baik," katanya.


    Ia menegaskan pelajaran dari Al-Khoziny harus menjadi perhatian seluruh lembaga pendidikan di Indonesia.


    "Bukan hanya Pondok Pesantren Al-Khoziny saja, melainkan seluruh pondok pesantren dan sekolah-sekolah yang memang harus mengutamakan faktor keselamatan," tegas Menko AHY.


    Di sela peninjauan, Menko AHY juga berbincang dengan para kiai dan santri mengenai aktivitas pendidikan yang akan kembali berjalan setelah pembangunan rampung. Menurutnya, infrastruktur pendidikan yang baik harus mampu menghadirkan rasa aman sekaligus mendukung proses pembentukan karakter generasi muda.


    "Dari situ saya merasa kita bisa menghadirkan sesuatu yang lebih baik, lebih nyaman bagi para santri agar mereka bisa lebih tenang, lebih fokus pada proses belajar mengajar, mengaji, belajar agama, dan membangun akhlak yang mulia," tutur Menko AHY.


    Menko AHY berharap pembangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny dapat selesai sesuai target dengan kualitas terbaik sehingga menjadi tempat yang lebih aman, lebih layak, dan lebih nyaman bagi para santri untuk belajar, mengaji, serta mempersiapkan masa depan mereka.


    "Kita ingin menghadirkan lingkungan yang nyaman, lebih aman dan lebih layak sehingga para santri dapat fokus belajar dan mengembangkan diri," kata AHY.


    *SP-211/INFRA/HUMAS/VI/2026*

    ‎Biro Data, Komunikasi dan Informasi Publik

    ‎Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

    ‎#KemenkoInfrastruktur

    ‎#KemenkoInfra

    ‎#MenkoAHY

    ‎#InfrastrukturUntukSemua

    ‎#MemperkuatInfrastruktur

    ‎#MembangunEkonomi


    ( red )

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +