-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    Ajarkan Anak Pilah Sampah Sambil Bermain, Mahasiswa IPB University Kenalkan Program SIPILAH di Desa Teluk

    10 Agustus 2026, Agustus 10, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T11:45:08Z


     


    Sukapurwanews.com - PANDEGLANG - Mengajarkan kebiasaan hidup bersih kepada anak-anak tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang serius dan monoton. 


    Hal itu coba diterapkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University melalui program SIPILAH (Siswa Pintar Pilah Sampah) di Desa Teluk.


    Program edukasi tersebut menyasar siswa kelas 4 di dua sekolah dasar, yakni SDN Teluk 2 dan SDN Teluk 3. Total sebanyak 104 siswa mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif melalui materi edukasi, praktik mencuci tangan, hingga permainan memilah sampah.


    Kegiatan SIPILAH dilaksanakan dalam dua tahap. Gelombang pertama berlangsung di SDN Teluk 2 pada Senin (27/7/2026) dan diikuti 47 siswa.


    Tiga hari kemudian, tepatnya Kamis (30/7/2026), giliran 57 siswa SDN Teluk 3 mengikuti kegiatan serupa.


    Berawal dari Kebiasaan Anak yang Masih Perlu Diperbaiki


    Program SIPILAH lahir dari pengamatan mahasiswa KKNT IPB University terhadap kebiasaan sehari-hari anak-anak di lingkungan sekolah.


    Sejumlah kebiasaan seperti bermain di luar tanpa alas kaki, mencuci tangan tanpa sabun, hingga membuang sampah sembarangan masih ditemukan dan dinilai perlu mendapat perhatian.


    Kebiasaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. 


    Sampah yang tidak dikelola dengan baik juga berpotensi menjadi tempat berkembangnya vektor penyakit seperti nyamuk dan tikus.


    Selain itu, mahasiswa juga melihat masih perlunya pemahaman anak-anak mengenai sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang kerap tercampur dengan sampah rumah tangga.


    Melalui SIPILAH, mahasiswa KKNT ingin mengenalkan kebiasaan hidup bersih sekaligus membangun kesadaran anak sejak dini agar mereka mampu menerapkannya, baik di sekolah maupun di rumah.


    Belajar Cuci Tangan Lewat Lagu


    Agar materi mudah diterima siswa, mahasiswa KKNT IPB University menggunakan pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan.


    Para siswa diperkenalkan dengan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta berbagai jenis sampah melalui materi visual yang disesuaikan dengan usia mereka.


    Tak hanya mendengarkan materi, siswa juga diajak mempraktikkan langsung enam langkah mencuci tangan pakai sabun.


    Praktik tersebut dikemas melalui nyanyian interaktif sehingga siswa dapat mengikuti gerakan mencuci tangan sambil bernyanyi. 


    Cara ini membuat suasana belajar menjadi lebih santai sekaligus mendorong siswa untuk ikut aktif.


    Serunya Game Pilah Sampah


    Keseruan semakin terasa ketika siswa mengikuti permainan simulasi pemilahan sampah.


    Dalam permainan tersebut, siswa ditantang untuk mengelompokkan berbagai jenis sampah ke dalam tiga kategori, yakni organik, anorganik, dan B3.


    Sampah organik yang diperkenalkan antara lain sisa makanan dan daun kering. Sementara sampah anorganik meliputi plastik dan kertas.


    Adapun kategori B3 diperkenalkan melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti baterai bekas dan botol produk pembersih.


    Para siswa harus memilah sampah dengan cepat dan tepat ke dalam wadah yang telah disediakan.


    Metode learning by doing tersebut membuat siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara memilah sampah.


    Suasana kompetitif dalam permainan pun membuat siswa lebih aktif mengikuti kegiatan.


    Pengetahuan Siswa Diukur Sebelum dan Sesudah Edukasi


    Untuk mengetahui pemahaman siswa sebelum dan setelah mengikuti kegiatan, mahasiswa KKNT IPB University juga memberikan pre-test dan post-test.


    Masing-masing tes terdiri atas 10 pertanyaan yang berkaitan dengan materi kebersihan diri, PHBS, serta pemilahan sampah.


    Hasil evaluasi tersebut digunakan sebagai bahan untuk melihat pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan selama program SIPILAH.


    Harapannya Tak Berhenti di Sekolah


    Mahasiswa KKNT IPB University berharap edukasi melalui SIPILAH tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.


    Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan diri, serta memilah sampah diharapkan dapat terus diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.


    Lebih dari sekadar memahami jenis sampah, siswa juga diharapkan mampu membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan keluarga masing-masing.


    Dengan begitu, anak-anak tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.


    Melalui program SIPILAH, mahasiswa KKNT IPB University berharap dapat ikut mendorong terciptanya kebiasaan hidup bersih dan pengelolaan sampah yang lebih baik demi mewujudkan Desa Teluk yang bersih, sehat, dan asri.



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +