Jakarta – Kasus difteri kembali merebak di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 600 kasus difteri terjadi, dan 38 anak dilaporkan meninggal dunia. Kondisi ini membuat rumah sakit rujukan penuh dengan pasien anak yang mengalami gejala difteri.
Pemerintah melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dan menggelar imunisasi massal hingga 11 Desember 2025. Sasaran imunisasi ini adalah anak dan remaja berusia 1 hingga 19 tahun.
“Difteri adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri. Pencegahan paling efektif adalah dengan imunisasi lengkap,” tegas Dinkes DKI Jakarta.
Hindari Jajanan dengan Bumbu Tabur Berbahaya
Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk lebih selektif dalam memilih jajanan, khususnya yang menggunakan bumbu tabur atau cabe bubuk kering. Produk semacam ini banyak ditemukan pada jajanan seperti cilok, tahu crispy, singkong goreng, tahu bulat, dan otak-otak.
Mengapa berbahaya? Berdasarkan temuan di lapangan, bahan cabe kering kerap disimpan di gudang yang tidak higienis dan bahkan dijadikan sarang tikus. Kondisi ini berpotensi mencemari produk dengan kencing tikus, yang mengandung berbagai bakteri berbahaya.
Gejala Difteri yang Perlu Diwaspadai
Difteri memiliki masa inkubasi 2 hingga 5 hari sejak bakteri masuk ke dalam tubuh. Gejalanya antara lain:
Timbul lapisan tipis berwarna abu-abu pada tenggorokan dan amandel.
Demam disertai menggigil.
Sakit tenggorokan dan suara serak.
Sulit bernapas atau napas cepat.
Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.
Lemas dan mudah lelah.
Pilek yang awalnya cair, lalu mengental dan terkadang bercampur darah.
Cara Penularan dan Pencegahan
Difteri menular melalui droplet, seperti ludah atau percikan batuk, mirip dengan penularan TBC.
Langkah pencegahan utama yang dianjurkan:
✅ Lengkapi imunisasi anak sesuai jadwal.
✅ Gunakan masker di tempat umum.
✅ Hindari jajan sembarangan, khususnya yang menggunakan bumbu cabe kering.
✅ Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Mari kita jaga keluarga kita dengan imunisasi lengkap dan pola hidup sehat. Jika ada gejala yang mengarah ke difteri, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbau Dinkes DKI Jakarta.
Sumber: Dinas Kesehatan DKI Jakarta
Redaksi: Sukapurwanews