-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    Dinamika Politik Purwakarta: Sejumlah Nama Muncul Jika Kursi Wakil Bupati Kosong

    28 Februari 2026, Februari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-02-28T14:54:41Z

     

     

    PURWAKARTA – Isu mundurnya Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, yang belakangan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat mulai memunculkan dinamika politik baru di tingkat daerah. Selain menyoroti hubungan kepemimpinan di pemerintahan daerah, perhatian publik kini juga mengarah pada siapa figur yang berpeluang mengisi posisi wakil bupati apabila terjadi kekosongan jabatan.

    Kutipan dari media Taktis.co(28/2/2026). menyebutkan bahwa wacana tersebut memunculkan berbagai spekulasi politik, termasuk munculnya sejumlah nama yang mulai diperbincangkan dalam bursa calon Wakil Bupati Purwakarta.

    Secara mekanisme pemerintahan daerah, apabila jabatan wakil bupati kosong karena pengunduran diri atau sebab lainnya, proses pengisiannya tidak melalui pemilihan langsung oleh masyarakat. Penentuan pengganti dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Purwakarta yang akan memilih calon untuk melanjutkan sisa masa jabatan.

    Dalam proses tersebut, partai politik atau gabungan partai pengusung pasangan kepala daerah pada Pilkada sebelumnya berhak mengajukan nama kandidat. Selanjutnya DPRD akan melakukan proses pemilihan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Seiring berkembangnya isu tersebut, sejumlah nama mulai muncul dalam bursa calon Wakil Bupati Purwakarta. Dari Partai Gerakan Indonesia Raya, beberapa figur yang disebut-sebut berpeluang antara lain Teddy Nandung Heryawan, Sri Puji Utami, serta Maula Akbar Mulyadi Putra yang dinilai memiliki kedekatan dengan jaringan politik pemerintahan daerah saat ini.

    Sementara dari Partai Demokrat, nama Asep Chandra yang akrab disapa Daseng serta Dulnasir turut diperbincangkan sebagai figur yang dinilai memiliki pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi politik yang baik, serta latar belakang akademis dan juga seorang praktisi yang mumpuni di bidang pemerintahan, Keduanya dikenal cukup aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik, sehingga kapasitasnya dinilai tidak diragukan lagi di kalangan masyarakat maupun lingkungan politik di Kabupaten Purwakarta.

    Adapun dari Partai Hati Nurani Rakyat, muncul nama R. Priatna Kusumah yang dikenal dengan sapaan Beye serta Asep Abdullah atau Asep Uwoh yang mulai masuk dalam radar perbincangan politik lokal.

    Di sisi lain, sejumlah kalangan menilai bahwa apabila benar Abang Ijo Hapidin mengundurkan diri dari jabatannya, maka figur pengganti yang paling logis berasal dari partai pengusungnya, yakni Partai Demokrat. Hal tersebut dianggap sebagai bentuk konsistensi politik sekaligus menjaga keseimbangan koalisi yang telah terbangun sejak awal.

    Selain itu, kader-kader Partai Demokrat di Purwakarta dinilai memiliki kapasitas yang cukup mumpuni, baik dari sisi pengalaman organisasi maupun rekam jejak dalam aktivitas politik dan sosial kemasyarakatan.

    Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi terkait pengunduran diri Wakil Bupati Purwakarta. Namun apabila skenario tersebut benar-benar terjadi, proses pemilihan wakil bupati pengganti diperkirakan akan menjadi momentum konsolidasi politik baru yang dapat memengaruhi arah stabilitas pemerintahan daerah di Purwakarta ke depan.***

    Redaksi Sukapurwanews 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +