-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Blogger Templates

    Perguruan Tradisional Lugay Kancana Torehkan Prestasi di Kejuaraan IPSI, Bukti Pencak Silat Tradisi Masih Relevan

    09 Februari 2026, Februari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-02-09T04:48:46Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Purwakarta – Sukapurwa News


    Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana, salah satu perguruan pencak silat tradisional di Kabupaten Purwakarta, kembali menegaskan eksistensinya di kancah olahraga prestasi. Dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat IPSI, kontingen Lugay Kancana berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Prestasi Juara Umum 2 tingkat Praremaja  dan Juara Umum 3 tingkat Remaja Menjadi kebanggaan tersendiri karena diraih oleh atlet-atlet Ekskul Pencak Silat Tradisi SMPN 2 Purwakarta dan SMKS KOTA ILMU, yang selama ini dibina secara konsisten oleh Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana.


    Sinergi antara sekolah dan perguruan ini membuktikan bahwa pembinaan berbasis pendidikan mampu melahirkan prestasi sekaligus karakter.


    Capaian ini menjadi bukti bahwa pencak silat tradisional tidak tertinggal oleh zaman, bahkan mampu bersaing secara sportif dan bermartabat dalam sistem kejuaraan resmi IPSI.




    Tradisi, Karakter, dan Prestasi Berjalan Seiring

    Guru Besar Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana, Kang Dodi Lugay Kancana, menyampaikan bahwa prestasi ini bukan sekadar kemenangan di gelanggang, melainkan hasil dari proses pendidikan karakter yang konsisten.


    “Bagi kami, kejuaraan bukan hanya soal medali. Yang paling utama adalah proses mendidik anak-anak agar memiliki disiplin, adab, etika, dan mental yang kuat. Prestasi ini adalah bonus dari kesungguhan berlatih dan doa orang tua,” ujar Kang Dodi saat diwawancarai Sukapurwa News.

     

    Ia juga menegaskan bahwa Lugay Kancana berkomitmen menjaga ruh pencak silat sebagai warisan budaya, tanpa meninggalkan tuntutan sistem kompetisi modern.

    “Pencak silat tradisi harus hadir di ruang prestasi. Kalau tidak, kita akan kehilangan generasi. Kami ingin membuktikan bahwa tradisi bisa sejalan dengan regulasi IPSI,” tambahnya.

     


    Dukungan Kepemimpinan dan Pembinaan Organisasi

    Sementara itu, Pak Slamet Kusaeni, selaku Ketua Perguruan Lugay Kancana, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari atlet, pelatih, hingga orang tua.


    “Prestasi ini adalah hasil kerja bersama. Orang tua percaya, pelatih membina dengan hati, dan atlet berlatih dengan sungguh-sungguh. Inilah kekuatan Lugay Kancana,” ungkapnya.

     


    Menurutnya, pencapaian ini akan menjadi motivasi untuk terus memperkuat sinergi dengan sekolah dan lembaga pendidikan sebagai bagian dari pembinaan usia dini.


    Apresiasi dari Forum Silaturahmi Pesilat Purwakarta (FSPP)

    Prestasi Lugay Kancana juga mendapat apresiasi dari Ketua Forum Silaturahmi Pesilat Purwakarta (FSPP) kang Ariansyah sekaligus Tokoh Pencak Silat Kabupaten Purwakarta. Ia menilai keberhasilan perguruan tradisional ini sebagai capaian penting bagi dunia pencak silat di Purwakarta.



    “Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Perguruan Lugay Kancana. Ini bukti bahwa perguruan tradisional di Purwakarta mampu tampil dan berprestasi di kejuaraan IPSI. Semoga menjadi inspirasi bagi perguruan lain,” ujarnya.

     

    FSPP berharap prestasi ini dapat memperkuat iklim pembinaan pencak silat yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Purwakarta.



    Pelatih Turun Langsung, Bukti Keteladanan di Gelanggang

    Prestasi Lugay Kancana semakin lengkap dengan torehan membanggakan dari A. Riply, yang dikenal sebagai pelatih aktif dan pada kejuaraan kali ini turut turun langsung di kategori Dewasa. Mewakili SMKS Kota Ilmu Purwakarta, A. Riply berhasil meraih Medali Emas pada Kategori Tanding.


    Dalam keterangannya kepada Sukapurwa News, A. Riply menyampaikan bahwa keikutsertaannya bukan semata mengejar prestasi pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab moral sebagai pendidik dan pelatih.


    “Saya turun bukan untuk menunjukkan siapa yang paling hebat, tapi untuk memberi contoh kepada atlet-atlet didik saya bahwa proses, disiplin, dan keberanian bertanding itu harus dimulai dari diri sendiri. Pelatih harus siap berada di depan, bukan hanya di pinggir gelanggang,” ujar A. Riply.

     

    Ia juga menegaskan bahwa keberhasilannya mempersembahkan emas merupakan hasil dari sistem pembinaan yang terstruktur dan sinergi antara sekolah dan perguruan.


    “Medali emas ini saya persembahkan untuk SMKS Kota Ilmu Purwakarta, Perguruan Lugay Kancana, dan seluruh atlet yang sedang berjuang. Semoga ini menjadi motivasi bahwa pencak silat adalah jalan pendidikan karakter, bukan sekadar olahraga,” tambahnya.

     

    Keikutsertaan A. Riply dinilai sebagai simbol keteladanan dan kesinambungan pembinaan, di mana pelatih tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga menjadi contoh nyata di arena pertandingan.


    Menjaga Warisan, Menyongsong Masa Depan

    Keberhasilan Lugay Kancana menjadi penanda bahwa pencak silat tradisional masih memiliki tempat terhormat dalam dunia olahraga prestasi. Dengan pendekatan pendidikan karakter, sinergi perguruan dan sekolah, serta dukungan organisasi, pencak silat tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga generasi yang beradab dan tangguh.


    Sukapurwa News akan terus mengawal perkembangan pencak silat Purwakarta sebagai bagian dari identitas budaya dan kekuatan karakter generasi muda.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini