-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    SLOGAN “LEBAK RUHAY” DI UJUNG TANDA TANYA, POLEMIK PERNYATAAN BUPATI JADI SOROTAN PUBLIK

    02 April 2026, April 02, 2026 WIB Last Updated 2026-04-02T00:34:42Z



    Sukapurwanews - Lebak – Slogan Lebak Ruhay yang selama ini menjadi identitas pembangunan Kabupaten Lebak, kini berada di bawah sorotan tajam publik. 


    Nilai-nilai spiritualitas, kebersamaan, dan keharmonisan yang terkandung di dalamnya dinilai mulai pudar, seiring munculnya polemik pernyataan Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, terhadap Wakil Bupati Amir Hamzah.


    Pernyataan yang dinilai tidak pantas tersebut memicu reaksi beragam dari masyarakat. Banyak pihak menyayangkan sikap yang dinilai tidak mencerminkan kepemimpinan yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan nilai kebersamaan.


    Ketua LSM DPD BIMPAR Indonesia Kabupaten Lebak, Said mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi saat ini.


    “Kalau pimpinannya saja sudah saling menyindir atau berbicara tidak pantas, bagaimana masyarakat mau mencontoh ? Slogan Lebak Ruhay itu seharusnya bukan hanya kata-kata, tapi benar-benar dijalankan,” ujarnya.


    Hal senada disampaikan oleh , Rahmat Hidayat. Menurutnya, komunikasi publik seorang kepala daerah memiliki dampak besar terhadap stabilitas pemerintahan.


    “Pernyataan seorang pemimpin itu bukan hanya konsumsi pribadi, tetapi akan dinilai oleh masyarakat luas. Ketika komunikasi tidak dijaga, maka kepercayaan publik bisa menurun,” katanya.


    Slogan Lebak Ruhay sendiri selama ini dipahami sebagai semangat membangun daerah yang religius, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai persatuan. Namun, dengan adanya polemik internal antara pimpinan daerah, muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa implementasi slogan tersebut belum berjalan secara optimal. Ujar Said Lebak selaku ketua LSM DPD BIMPAR Indonesia Kabupaten Lebak. 


    Di sisi lain, masyarakat berharap agar polemik ini tidak berlarut-larut. Warga menginginkan kedua pimpinan daerah dapat segera menyelesaikan perbedaan secara dewasa melalui dialog terbuka.


    “Yang kami harapkan sederhana, pemimpin itu rukun. Kalau rukun, pembangunan juga akan berjalan baik,” ujar Said Lebak.


    Pengamat menilai, langkah klarifikasi dan komunikasi terbuka menjadi penting untuk meredam polemik serta mengembalikan kepercayaan masyarakat. Selain itu, sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati juga dinilai krusial dalam memastikan program pembangunan berjalan efektif.


    Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Hasbi Jayabaya maupun Amir Hamzah terkait polemik yang berkembang.


    Publik kini menunggu langkah konkret dari kedua pimpinan daerah untuk membuktikan bahwa semangat Lebak Ruhay bukan sekadar slogan, melainkan benar-benar menjadi pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan.(said)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +