-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    Laba Melejit Lebih dari Dua Kali Lipat, Solusi Bangun Indonesia Perkuat Kinerja di Tengah Pemulihan Industri Semen

    03 Mei 2026, Mei 03, 2026 WIB Last Updated 2026-05-03T06:36:03Z

     



    Jakarta, 30 April 2026 – Kinerja keuangan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk menunjukkan lonjakan signifikan pada awal tahun 2026. Perusahaan berhasil membu0⁰kukan laba bersih sebesar Rp101,89 miliar pada kuartal I 2026, meningkat tajam 111,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp48,22 miliar.


    Capaian ini diraih di tengah kondisi industri semen nasional yang mulai bergerak menuju pemulihan, meskipun tingkat pemanfaatan kapasitas produksi masih relatif rendah, yakni sekitar 53,9 persen dari total kapasitas terpasang sebesar 124 juta ton.


    Di tengah situasi pasar yang belum sepenuhnya stabil, perusahaan mampu menjaga tren pertumbuhan melalui peningkatan volume penjualan, pengendalian biaya yang ketat, serta penerapan efisiensi operasional secara konsisten.




    Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, menegaskan bahwa hasil positif ini merupakan buah dari strategi transformasi yang dijalankan secara berkelanjutan.


    “Performa pada kuartal pertama 2026 menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Kami akan terus mendorong efisiensi, inovasi, dan pertumbuhan yang sehat guna memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.


    Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, volume penjualan semen dan terak mencapai 2,92 juta ton atau naik 1,4 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut berdampak pada pendapatan perusahaan yang tumbuh menjadi Rp2,56 triliun, atau naik 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp358 miliar, meningkat 14,3 persen.


    Dari sisi operasional, perusahaan terus memperkuat efisiensi produksi, termasuk optimalisasi penggunaan energi dan bahan bakar alternatif sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Upaya ini membuahkan hasil dengan diraihnya sertifikasi Green Label kategori Platinum untuk pabrik di Lhoknga (Aceh), Narogong (Jawa Barat), dan Cilacap (Jawa Tengah), serta kategori Gold untuk fasilitas di Tuban (Jawa Timur).


    Ekspansi dan Prospek Bisnis


    Asosiasi Semen Indonesia memproyeksikan pertumbuhan penjualan semen domestik pada 2026 berada di kisaran 1 hingga 2 persen. Kondisi ini menjadi peluang bagi Solusi Bangun Indonesia untuk melanjutkan tren positif yang telah dicapai.


    Selain memperkuat strategi pemasaran dan distribusi, perusahaan juga tengah menyiapkan ekspansi melalui pasar ekspor. Fasilitas dermaga dan sistem pemuatan terintegrasi di Tuban, Jawa Timur, telah selesai dikembangkan dan siap mendukung pengiriman produk ke pasar internasional, termasuk Amerika Serikat.


    Langkah ini diharapkan dapat memperluas pangsa pasar, meningkatkan tingkat utilisasi pabrik, serta menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih stabil.


    “Ekspansi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing global sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan berkelanjutan,” tambah Rizki.


    Di tahun 2026, perusahaan juga aktif berkontribusi dalam berbagai proyek strategis nasional, di antaranya perbaikan ruas Tol Pejagan–Pemalang menggunakan teknologi beton fast track yang memungkinkan pengerjaan dalam waktu singkat, serta keterlibatan dalam pembangunan fasilitas perakitan kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara di Subang, Jawa Barat.


    Profil Perusahaan


    PT Solusi Bangun Indonesia Tbk merupakan perusahaan terbuka yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sebesar 83,52 persen. Perusahaan menjalankan bisnis terintegrasi yang mencakup produksi semen, beton siap pakai dengan merek Dynamix dan Semen Andalas, agregat, hingga layanan pengelolaan limbah ramah lingkungan.


    Saat ini, perusahaan mengoperasikan empat pabrik semen utama yang berlokasi di Narogong, Cilacap, Tuban, dan Lhoknga melalui anak usahanya. Total kapasitas produksi mencapai 14,86 juta ton per tahun dengan dukungan sekitar 1.750 tenaga kerja.


    Redaksi Sukapurwanews.com 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +