-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    Luncurkan Gerakan Nasional Ayo Muliakan Sungai, Menko AHY Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan dan Peradaban

    21 Juni 2026, Juni 21, 2026 WIB Last Updated 2026-06-21T09:59:15Z

     


    BOGOR – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara resmi meluncurkan Gerakan Nasional Ayo Muliakan Sungai (AMS) di kawasan Sungai Ciliwung, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). Melalui gerakan ini, AHY mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan sungai sebagai bagian penting yang harus dijaga dan dimuliakan karena perannya yang sangat vital bagi kehidupan, lingkungan, ketahanan pangan, ketahanan air, hingga pertumbuhan ekonomi nasional.


    Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY menegaskan bahwa sungai bukan sekadar aliran air, melainkan fondasi peradaban yang telah menjadi penopang kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Berbagai peradaban besar dunia tumbuh dan berkembang di sepanjang sungai, termasuk di Indonesia yang memiliki ribuan daerah aliran sungai (DAS) yang menopang aktivitas sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat.



    “Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Namun sesungguhnya Indonesia juga merupakan negara sungai. Sungai adalah urat nadi kehidupan yang mengalirkan manfaat bagi masyarakat, sehingga keberadaannya harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar AHY.


    Menurutnya, Indonesia memiliki lebih dari 5.500 daerah aliran sungai yang berfungsi sebagai sumber air bersih, pendukung sektor pertanian, energi, industri, serta penjaga keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, menjaga sungai bukan hanya urusan lingkungan hidup, melainkan bagian dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan.


    AHY menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi sungai-sungai di Indonesia, mulai dari pencemaran limbah, penumpukan sampah, penyempitan badan sungai, hingga pendangkalan yang berpotensi meningkatkan risiko banjir dan menurunkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.


    Secara khusus, AHY menyoroti kondisi Sungai Ciliwung yang membentang sekitar 124 kilometer dari wilayah hulu hingga hilir. Menurutnya, penanganan persoalan sungai harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dari kawasan hulu hingga hilir agar dapat menghasilkan solusi yang berkelanjutan.


    “Kita sering menyaksikan dampak banjir yang terjadi akibat degradasi sungai, termasuk karena pendangkalan dan kerusakan lingkungan di sekitarnya. Karena itu, ketika berbicara mengenai pengendalian banjir, kita harus melihat persoalannya secara utuh dari hulu sampai hilir,” tegasnya.



    Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa upaya pemulihan sungai tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, dunia usaha, hingga masyarakat luas.


    “Sebagian besar persoalan sungai berawal dari perilaku manusia sendiri. Oleh sebab itu, yang harus kita bangun bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga kesadaran kolektif untuk menjaga sungai bersama-sama,” katanya.


    Sebagai bagian dari peluncuran Gerakan Ayo Muliakan Sungai, Menko AHY bersama para peserta melakukan berbagai aksi nyata, seperti kegiatan bersih-bersih sungai, penebaran benih ikan endemik Ciliwung guna mendukung pemulihan ekosistem, serta peninjauan kawasan yang akan dikembangkan menjadi green corridor di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung.


    Konsep green corridor tersebut dirancang untuk menghadirkan ruang terbuka hijau yang tidak hanya berfungsi menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga menjadi ruang publik yang sehat, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.


    “Ke depan, kawasan ini dapat dilengkapi jalur pejalan kaki, area olahraga, dan ruang rekreasi yang nyaman bagi masyarakat. Di banyak negara maju, sungai bukan hanya menjadi sumber air, tetapi juga pusat aktivitas wisata, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat,” jelas AHY.


    Ia optimistis, apabila kualitas lingkungan dan kebersihan Sungai Ciliwung terus ditingkatkan, kawasan tersebut berpotensi berkembang menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.


    Dalam pidatonya, AHY juga menegaskan bahwa memuliakan sungai berarti membangun hubungan yang lebih harmonis antara manusia dan alam. Karena itu, Gerakan Ayo Muliakan Sungai diharapkan menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen bangsa, termasuk sekolah, perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.


    “Jika hutan adalah paru-paru dunia, maka sungai adalah urat nadinya. Ketika sungai sehat, kehidupan mengalir dengan baik. Namun ketika sungai rusak, masa depan ikut terancam. Karena itu mari kita jaga, rawat, dan muliakan sungai kita. Memuliakan sungai berarti memuliakan kehidupan,” tegas AHY.


    Menutup kegiatan tersebut, Menko AHY mengajak seluruh masyarakat menjadikan Gerakan Ayo Muliakan Sungai sebagai momentum nasional untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga keberlanjutan sumber daya air Indonesia bagi generasi mendatang.


    “Mari kita muliakan sungai. Dengan memuliakan sungai, kita turut memuliakan negeri, memperkuat ketahanan lingkungan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.


    Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Ferry Noor, anggota DPR RI Herman Khaeron dan Anton Sukartono Suratto, jajaran Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Pemerintah Kabupaten Bogor, Yayasan Bambu Indonesia, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, serta berbagai komunitas pecinta lingkungan dan sungai.


    Peluncuran Gerakan Nasional Ayo Muliakan Sungai menjadi langkah konkret pemerintah dalam membangun budaya menjaga sungai sebagai aset strategis bangsa, sekaligus memperkuat upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian lingkungan.***


    Redaksi Sukapurwanews.com (Yd)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +