-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    Warga Griya Ciwangi Berharap Bertemu Om Zein, Persoalan Sertifikat Rumah Tertunda Lebih dari 18 Tahun

    14 September 2026, September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T11:07:22Z

     


    PURWAKARTA, Sukapurwanews.com – Warga Perumahan Griya Ciwangi, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, berharap dapat bertemu langsung dengan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, guna membahas kejelasan status tanah dan sertifikat rumah yang hingga kini belum mereka terima.


    Harapan tersebut disampaikan Ketua RW 09 Perumahan Griya Ciwangi, Lukmanul Hakim, bersama sejumlah warga saat mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Purwakarta, Senin (14/9/2026).


    Menurut Lukman, persoalan tersebut telah berlangsung lebih dari 18 tahun dan hingga saat ini masih menjadi keresahan warga, khususnya mereka yang mengaku telah menyelesaikan kewajiban pembayaran rumah namun belum memperoleh sertifikat sebagai bukti kepemilikan.


    Warga Pilih Dialog dan Silaturahmi


    Lukman menegaskan, warga tidak menginginkan penyelesaian persoalan dilakukan melalui aksi yang berpotensi menimbulkan tindakan anarkis. Warga justru berharap dapat duduk bersama dan menyampaikan langsung persoalan yang mereka alami kepada Bupati Purwakarta.


    Menurutnya, pertemuan langsung dengan kepala daerah menjadi penting agar seluruh persoalan dapat dibicarakan secara terbuka serta dicarikan jalan keluar secara kekeluargaan dan mengedepankan nilai kemanusiaan.


    “Kalau kita bertemu, insyaallah Bupati akan menyelesaikan secara kemanusiaan. Kita di situ manusia semua. Saya juga menjunjung nilai kemanusiaan, jadi diselesaikannya secara manusia,” ujar Lukman.


    Ia mengatakan, warga ingin mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya menjadi kendala sehingga proses penyelesaian sertifikat rumah tersebut belum juga menemukan kepastian selama bertahun-tahun.


    “Kita silaturahmi ke Bupati, menanyakan apa kendalanya. Apa susahnya menandatangani, kendalanya seperti apa,” katanya.


    Sudah Membayar, Sertifikat Belum Diterima


    Lukman mengungkapkan, sebagian warga mengaku telah menyelesaikan kewajiban pembayaran rumah melalui Bank Tabungan Negara (BTN). Namun hingga kini, dokumen sertifikat rumah yang mereka harapkan belum diterima.


    Kondisi tersebut, menurutnya, menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai kepastian status kepemilikan rumah dan tanah yang selama ini mereka tempati.


    “Sekarang ini sudah terlalu lama. Kita mengharapkan kita punya rumah, kita punya sertifikat. Kewajiban kita sudah membayar ke BTN. Hak kita mana? Enggak ada sampai sekarang,” tegasnya.


    Ia menambahkan, persoalan tersebut menjadi semakin mendesak karena sebagian penghuni Perumahan Griya Ciwangi kini telah berusia lanjut.


    Lukman khawatir, apabila persoalan terus berlarut-larut, warga yang telah melunasi kewajibannya justru belum sempat memperoleh kepastian sertifikat hingga memasuki usia senja.


    “Di perumahan juga sudah banyak yang usia lanjut. Takutnya sudah lunas tetapi belum ada sertifikat. Kemudian orang tuanya meninggal, akhirnya harus mengurus lagi. Susah lagi. Jadi warga juga yang disusahkan,” ujarnya.


    Sekitar 39 Rumah Terdampak


    Menurut Lukman, terdapat sekitar 39 unit rumah di Blok N Perumahan Griya Ciwangi yang berkaitan dengan persoalan tersebut.


    Dari jumlah itu, sekitar 18 warga disebut telah melunasi kewajiban pembayaran rumah. Jumlah warga yang telah menyelesaikan pembayaran diperkirakan akan terus bertambah pada tahun berikutnya.


    Karena itu, warga berharap persoalan tersebut segera mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak terkait agar masyarakat yang telah memenuhi kewajibannya memperoleh kepastian atas hak rumah dan tanah yang mereka tempati.


    Lukman kembali menegaskan bahwa warga memilih jalur komunikasi dan dialog sebagai upaya mencari solusi.


    “Saya untuk demo tidak anarki. Kita silaturahmi ke Bupati. Menyampaikan kepada Bupati, menanyakan kendalanya,” katanya.


    Harap Om Zein Bersedia Terima Warga


    Sebagai Ketua RW 09 sekaligus warga yang mengaku ikut merasakan langsung persoalan tersebut, Lukman berharap Bupati Purwakarta Om Zein bersedia menerima perwakilan warga Perumahan Griya Ciwangi untuk duduk bersama.


    Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka komunikasi antara warga dan pemerintah daerah sekaligus mencari solusi atas persoalan yang telah berlangsung selama lebih dari 18 tahun.


    “Harapan terakhir ke Bupati. Bupati nanti ketemu dengan warga Perumahan Griya Ciwangi, khususnya warga yang terdampak persoalan ini. Bisa diselesaikan,” ujar Lukman.


    Ia berharap pertemuan dapat berlangsung dalam suasana santai, terbuka dan penuh kekeluargaan.


    “Kita semua mengharapkan Pak Bupati legowo menerima kami untuk berkumpul, silaturahmi,” katanya.


    Lukman juga menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikannya bukan semata-mata dalam kapasitas sebagai Ketua RW 09, melainkan juga sebagai warga yang mengaku terdampak langsung oleh persoalan tersebut.


    “Saya selaku Ketua RW 09, tapi saya tidak sebagai ketua RW saja. Saya juga korban,” pungkasnya.


    Warga Perumahan Griya Ciwangi kini berharap adanya ruang dialog bersama Bupati Purwakarta dan pihak-pihak terkait agar persoalan status tanah dan sertifikat rumah tersebut dapat memperoleh kejelasan serta penyelesaian yang memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.


    Redaksi Sukapurwanews.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +