-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    IGD RSUD dr. Adjidarmo Lebak Disorot, Pasien Butuh Bed dan Brankar: Jangan Biarkan Pelayanan Kesehatan Kehilangan Sisi Kemanusiaan

    18 Oktober 2026, Oktober 18, 2026 WIB Last Updated 2026-10-18T04:41:42Z




    Sukapurwanews.com - LEBAK, BANTEN — Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak menjadi sorotan setelah muncul keluhan mengenai kebutuhan tempat tidur (bed) dan brankar bagi pasien. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena IGD merupakan salah satu pintu utama pelayanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan segera.


    Ketersediaan tempat tidur dan brankar bukan sekadar persoalan sarana dan prasarana, melainkan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan, kenyamanan, dan martabat pasien. Masyarakat yang datang ke rumah sakit dalam keadaan sakit seharusnya mendapatkan penanganan sesuai tingkat kegawatdaruratan dan kebutuhan medisnya.


    Arul Abunawas yang sering di Sebut Pangeran Muara ci Ujung Timur meminta manajemen RSUD dr. Adjidarmo agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas IGD, ketersediaan tempat tidur, brankar, serta sistem penanganan pasien.


    “Rumah sakit adalah tempat masyarakat mencari pertolongan ketika kondisi kesehatannya memburuk. Jangan sampai pasien dan keluarga justru dibebani ketidakpastian karena persoalan fasilitas yang belum tertangani dengan baik. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama,” tegas kang Arul Abunawas.


    Menurutnya, apabila terjadi lonjakan pasien yang menyebabkan keterbatasan tempat tidur dan brankar, pihak rumah sakit perlu menyampaikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi tersebut sekaligus langkah konkret yang dilakukan untuk mengatasinya.


    Arul Abunawas juga mendorong agar pihak rumah sakit memastikan proses triase berjalan sesuai standar, sehingga pasien dengan kondisi paling gawat memperoleh prioritas penanganan. Selain itu, koordinasi antar ruang perawatan dan pengelolaan kapasitas tempat tidur perlu dioptimalkan agar pasien tidak mengalami penundaan penanganan yang berisiko terhadap keselamatannya.


    Arul Abunawas Minta menegaskan bahwa kritik terhadap pelayanan publik bukan bertujuan menjatuhkan institusi, melainkan mendorong perbaikan demi kepentingan masyarakat luas.


    Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian manajemen RSUD dr. Adjidarmo:


    1. Evaluasi kapasitas IGD, termasuk ketersediaan tempat tidur dan brankar.

    2. Optimalisasi sistem triase agar pasien mendapatkan prioritas sesuai tingkat kegawatdaruratan.

    3. Peningkatan koordinasi antarunit pelayanan, khususnya dalam penempatan pasien yang membutuhkan rawat inap.

    4. Keterbukaan informasi kepada keluarga pasien mengenai kondisi pelayanan dan alternatif penanganan yang tersedia.

    5. Evaluasi kebutuhan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung untuk mengantisipasi lonjakan pasien.


    Arul Abunawas meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak melakukan koordinasi dan pengawasan sesuai kewenangannya apabila ditemukan persoalan kapasitas pelayanan yang berulang.



    Arul Abumawas  mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti pada prosedur administratif semata. Di balik setiap pasien yang datang ke IGD, terdapat keluarga yang berharap agar orang yang mereka cintai memperoleh pertolongan secepat dan sebaik mungkin.


    “Jangan sampai keterbatasan fasilitas menjadi persoalan yang terus berulang tanpa penyelesaian yang terukur. Kami meminta adanya evaluasi, keterbukaan, dan langkah nyata. Jangan biarkan masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan hanya karena persoalan yang seharusnya dapat dievaluasi bersama,” ujarnya.


    Arul abunawas membuka ruang komunikasi dengan manajemen RSUD dr. Adjidarmo untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi yang dikeluhkan masyarakat sekaligus mengetahui langkah perbaikan yang telah dan akan dilakukan.


    Arim , ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya banyaknya pasien yang dilayani, tetapi juga bagaimana keselamatan, kebutuhan medis, dan martabat setiap pasien benar-benar diperhatikan.




    ( sd )


     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +