masukkan script iklan disini
Tana Toraja — Kementerian Transmigrasi menegaskan Kabupaten Tana Toraja memiliki magnet investasi yang kuat dan peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Timur Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam Keynote Speech secara daring pada Forum Konsultasi Publik Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ITB terkait Evaluasi Kawasan Transmigrasi Mengkedek, Selasa (25/11).
Dalam paparannya, Menteri Iftitah menilai keunggulan Tana Toraja tidak hanya pada kekayaan alam dan budaya, tetapi juga didukung infrastruktur, termasuk aksesibilitas melalui jalur udara.
"Magnet Tana Toraja itu luar biasa," ujar Menteri Iftitah.
"Strategi transmigrasi hari ini bukan lagi memindahkan semut, tetapi bagaimana menyediakan gulanya. Ketika gula ada, semut akan datang. Begitu pula dengan investasi."
Transmigrasi Modern: Fokus pada Pusat Pertumbuhan, Bukan Pemindahan Penduduk
Menteri Iftitah menegaskan bahwa arah kebijakan transmigrasi kini telah bergeser. Program transmigrasi tidak lagi sebatas memindahkan penduduk ke wilayah baru, melainkan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga lokal.
"Tugas kita adalah menyiapkan masyarakat Tana Toraja agar menjadi tuan rumah pembangunan. Mereka harus terserap pada lapangan kerja, memiliki daya beli, dan keluar dari kemiskinan, terutama kelompok desil 1 sampai 5," ujarnya.
Menurutnya, potensi ekonomi Toraja sangat luas — mulai dari komoditas kopi kelas dunia hingga kekuatan industri budaya dan pariwisata.
TEP Kembali Diterjunkan 2026: Target Feasibility Study 'Siap Tawar'
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Iftitah juga menyampaikan apresiasi atas kerja Tim Ekspedisi Patriot yang menjalankan pemetaan lapangan dan penelitian potensi kawasan transmigrasi di Tana Toraja.
Ia menambahkan, laporan tim tersebut bukan hanya harus lengkap, melainkan harus layak pasar.
“Keberhasilan tim bukan diukur dari tebalnya laporan, tetapi apakah investor percaya dan siap menanamkan modal di Tana Toraja,” tegasnya.
Untuk itu, Kementerian memastikan tahun depan TEP akan kembali diturunkan dengan mandat lebih kuat, yakni menyusun feasibility study ready to offer — kajian kelayakan lengkap yang dapat langsung diakses calon investor.
Keramahan Warga Toraja Jadi Faktor Kunci
Selain potensi ekonomi dan budaya, Menteri Iftitah menyampaikan kekagumannya terhadap keramahtamahan masyarakat Toraja.
“Saya menyampaikan hormat kepada Bupati dan masyarakat Tana Toraja atas hospitality-nya. Ini kekuatan bangsa: keramahan,” ucapnya.
Harapan: Masyarakat Lokal Jadi Pelaku Utama Pembangunan
Di akhir penyampaian, Menteri Iftitah menegaskan tujuan utama program ini adalah memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi saksi pembangunan, melainkan pelaku utama.
“Masyarakat Toraja bukan hanya tuan rumah bagi pembangunan kampung halamannya, tetapi juga pagar hidup bagi industri yang tumbuh di wilayah tersebut,” tutup Menteri Iftitah.
Redaksi Sukapurwanews
Sumber: Kementerian Transmigrasi RI
Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan 12750
(021) 7994372
humas@transmigrasi.go.id
www.transmigrasi.go.id