Situ Cigangsa Perhutani, yang dikelilingi hamparan perkebunan hutan jati nan asri, Minggu pagi ini berubah menjadi panggung budaya terbuka yang penuh warna. Pagelaran seni budaya bertajuk “Kesenian Berbakat Cempaka Sari” sukses menyedot perhatian masyarakat. Acara ini diprakarsai oleh Bapak Sugih, bekerja sama dengan mahasiswa Pariwisata Jatiluhur, komponen komunitas masyarakat, serta dukungan sponsorship dari berbagai pihak.
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Purwakarta, yang akrab disapa Om Zein. Dalam sambutannya, Om Zein menegaskan pesan penting tentang kepedulian bersama terhadap alam. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga hutan, merawat lingkungan, serta menempatkan kebudayaan sebagai bagian dari upaya pelestarian alam. Menurutnya, ruang budaya yang menyatu dengan alam seperti di Situ Cigangsa menjadi contoh nyata sinergi antara seni, pariwisata, dan lingkungan hidup.
Antusiasme pengunjung terasa sejak awal acara. Beragam penampilan kreatif disuguhkan oleh Sanggar Tari ATHARRAZKA, mulai dari Tari Jaipong yang enerjik, Tari Bali yang anggun, hingga Tari Jawa yang sarat makna. Rangkaian pertunjukan semakin lengkap dengan sajian Pencak Silat serta atraksi Debus yang memukau dan mengundang tepuk tangan meriah.
Tak ketinggalan, para pesilat muda dari Perguruan Lugay Kancana turut memeriahkan suasana. Di bawah pimpinan Bapak Selamet, para pesilat cilik hingga remaja menampilkan atraksi yang mencerminkan disiplin, keberanian, dan nilai tradisi. Penampilan mereka menjadi bukti pembinaan generasi muda melalui seni bela diri tradisional terus berjalan dengan baik.
Di sela kegiatan, Kang Dodi Guru besar perguruan Lugay Kancana menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pagelaran ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya kepada Bapak Sugih, inisiator kegiatan yang berasal dari Yogyakarta sekaligus pimpinan Sanggar Kesenian ATHARRAZKA. Menurut Kang Dodi, kegiatan ini menjadi ruang penting bagi pelaku seni, komunitas, dan generasi muda untuk mengekspresikan bakat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan budaya lokal.
Pagelaran seni budaya di Situ Cigangsa bukan sekadar hiburan akhir pekan. Kegiatan ini menjelma menjadi perayaan kebersamaan, pelestarian budaya, serta pengingat bahwa seni, alam, dan masyarakat tumbuh selaras ketika dirawat bersama.
Red:Sukapurwanews
Kd


