Camping Ground Wanakula Kiara Pedes, Wanayasa, berubah menjadi pusat semangat dan kebersamaan pada 20 sampai 21 Desember 2025. Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana menggelar Ujian Kenaikan Sabuk dengan konsep alam terbuka yang diikuti lebih dari 100 pesilat anak usia dini hingga remaja. Kegiatan ini terasa istimewa karena tidak hanya diikuti para pesilat, tetapi juga dihadiri orang tua yang turut camping bersama, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh makna.
Hal yang mencuri perhatian sejak awal kegiatan adalah pengujian stamina dan fisik yang dipandu langsung oleh kakak-kakak dari TNI ARMED 9 Sadang. Kehadiran mereka menjadi warna tersendiri dalam ujian kali ini. Atas undangan Kang Dodi selaku Guru Besar Lugay Kancana, para pesilat mendapatkan pembinaan disiplin, daya tahan fisik, serta mental juang yang kuat, sejalan dengan nilai luhur pencak silat.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dan memberikan dukungan langsung. Presiden APN Bapak Agus Dadang Hermawan tampak hadir bersama Ketua Juri APN Nasional Kang Yudi yang turut memberikan materi diklat. Hadir pula pelatih dari Gagak Lumayung Kang Beben, Ketua Papag Setra Pak Pepen, Sekretaris KORMI Kabupaten Purwakarta Bapak Agus, serta jajaran pelatih dan sesepuh pencak silat lainnya.
Hari pertama kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di tengah alam terbuka. Suasana semakin semarak saat para pesilat menampilkan penampilan pembuka sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu undangan dan orang tua yang hadir. Gerak jurus, kekompakan, serta ekspresi semangat para pesilat menjadi suguhan pembuka yang mengundang apresiasi.
Pengujian hari pertama difokuskan pada pesilat sabuk putih dan kuning usia anak-anak. Bentuk ujian disesuaikan dengan usia, meliputi latihan kekompakan, penguatan stamina dasar, hafalan jurus dasar, serta lomba-lomba hiburan yang edukatif. Anak-anak terlihat ceria, menikmati setiap proses ujian tanpa tekanan, namun tetap sarat nilai pembelajaran.
Sementara itu, tantangan berbeda diberikan kepada pesilat tingkat pra remaja dan remaja. Mereka mengikuti longmarch menuju Curug Cilamaya dengan jarak sekitar 3 kilometer dari lokasi kemah, melewati empat pos penguji. Setiap pos menguji ketahanan fisik, mental, kekompakan, serta penguasaan teknik. Tim penguji dipimpin oleh Aa Riply selaku senior Lugay Kancana, dibantu para senior lainnya seperti Teh Zalfa, Alifira, Eey, Alisa Azita, Nci, Fira, A Opik, A Iqbal, serta pelatih Teh Windy. Pengujian berlangsung disiplin namun tetap membangun semangat kebersamaan.
Antusiasme peserta dan orang tua terlihat jelas sepanjang kegiatan. Banyak peserta mengaku lelah namun merasa senang dan bangga bisa menyelesaikan ujian di alam terbuka. Mereka menyampaikan rasa bahagia dan keinginan kuat untuk kembali mengikuti ujian serupa pada tahun mendatang.
Para orang tua pun memberikan tanggapan positif. Mereka mengapresiasi konsep ujian yang tidak hanya menilai kemampuan teknik, tetapi juga membentuk mental, karakter, disiplin, dan kemandirian anak. Kegiatan ini dinilai menjadi sarana pendidikan karakter yang jarang ditemui, sekaligus mempererat hubungan antara orang tua, anak, dan perguruan. Harapan pun disampaikan agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan satu tahun dua kali agar pembinaan karakter pesilat semakin kuat dan berkelanjutan.
Ujian Kenaikan Sabuk Lugay Kancana 2025 bukan sekadar ajang evaluasi tingkatan, tetapi menjadi peristiwa pembelajaran hidup yang membekas bagi para pesilat dan keluarga, menyatu dengan alam, tradisi, dan nilai luhur pencak silat Nusantara.
Sukapurwa News:KD







