-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    Pencak Silat Memukau di Air Mancur Sribaduga Maharaja

    15 Februari 2026, Februari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-02-15T02:30:31Z



    PurwakartaSabtu malam, 14 Februari 2026, kawasan Taman Air Mancur Sribaduga Maharaja menjelma panggung budaya yang spektakuler. Pertunjukan air mancur menari berpadu cahaya laser dan tata cahaya artistik menjadi latar megah bagi seni Pencak Silat, menghadirkan pengalaman visual-budaya yang kuat, imersif, dan berkelas.


    Sesi 1: Lugay Kancana—Presisi, Etika, dan Energi Remaja

    Pada Sesi 1 Wisata Air Mancur, Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana membuka pertunjukan dengan komposisi yang tertata rapi. Sembilan pesilat remaja putra dan putri tampil disiplin—gerak tegas, ritme selaras, dan etika tradisi terjaga. Setiap rangkaian jurus menyatu dengan dinamika semburan air dan sinar laser yang berubah tempo, menciptakan dialog antara tradisi Nusantara dan teknologi pertunjukan modern.





    Penonton terpaku. Tepuk tangan pecah di beberapa transisi klimaks—saat formasi berubah cepat, tempo menguat, dan siluet pesilat memantul di kabut air bercahaya. Ini bukan sekadar atraksi; ini narasi tentang karakter, disiplin, dan keindahan gerak yang terlatih.


    Sesi 2: Gagak Lumayung—Karakter Kuat, Energi Menggugah


    Memasuki Sesi 2, panggung diambil alih Perguruan Gagak Lumayung di bawah kepemimpinan Kang Beben. Sajian mereka hadir dengan karakter yang berbeda—dinamis, berani, dan penuh ekspresi. Perpaduan pola lantai, aksentuasi gerak, dan penguasaan ruang membuat penonton kembali terhanyut hingga penutup.





    Apresiasi dan Harapan Keberlanjutan


    Di sela kegiatan, Kang Dodi, Guru Besar Lugay Kancana, menyampaikan terima kasih kepada bapak kabid Pariwisata Dodi Samsul Bahri atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan.


    “Ruang tampil di kawasan wisata adalah pengakuan penting bagi seni tradisi. Pencak Silat terbukti adaptif—tetap berakar pada adab dan filosofi, sekaligus relevan di panggung modern,” ujarnya.

     

    Situbuleud sebagai Etalase Budaya

    Kolaborasi ini menegaskan peran Taman Air Mancur Sribaduga Maharaja sebagai etalase budaya Purwakarta—tempat wisata, edukasi, dan seni bertemu. Sinergi pemerintah daerah, komunitas perguruan, dan generasi muda menjadi fondasi kuat untuk pelestarian sekaligus promosi budaya lokal.


    Sukapurwa News mencatat, malam itu bukan hanya tentang air dan cahaya. Ia adalah perayaan identitas—di mana Pencak Silat berdiri tegak, berkilau, dan berbicara lantang kepada zaman. 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +