PURWAKARTA – Kasus kematian seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyita perhatian publik. Korban diketahui bernama Yogi Saleh (40), Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta.
Yogi ditemukan meninggal dunia di kediamannya yang berlokasi di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, pada Minggu (14/6/2026) malam. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar rumahnya.
Sehari setelah kejadian, Senin (15/6/2026), rumah korban tampak dipasangi garis polisi. Sejumlah petugas masih terlihat melakukan pengamanan dan pendalaman di sekitar lokasi guna mendukung proses penyelidikan yang tengah berlangsung.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian masyarakat lantaran sejumlah temuan di lokasi kejadian dinilai janggal. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada tubuh korban ditemukan beberapa luka yang kini menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian.
Petugas Identifikasi Forensik (Inafis) Polres Purwakarta yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebelum jenazah dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta guna menjalani pemeriksaan medis dan forensik lebih lanjut.
Dari hasil visum awal, ditemukan tiga luka tusuk pada bagian leher korban, luka robek di area ulu hati, serta bekas jeratan pada tubuh korban. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kematian korban tidak terjadi secara wajar, meski hingga kini penyidik belum menyampaikan kesimpulan resmi terkait penyebab kematian.
Selain melakukan pemeriksaan forensik, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya sebuah pisau dapur dan kabel yang ditemukan dalam kondisi putus. Barang-barang tersebut saat ini masih diperiksa untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa yang menewaskan korban.
Kejanggalan lain yang turut menjadi perhatian penyidik adalah tidak berfungsinya kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah korban saat kejadian berlangsung. Kondisi tersebut kini menjadi salah satu fokus pendalaman aparat dalam mengungkap kronologi peristiwa.
Dalam upaya mengungkap motif dan latar belakang kejadian, polisi juga tengah menelusuri isi ponsel milik korban. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari petunjuk tambahan yang dapat membantu mengungkap fakta di balik kematian pejabat BKAD Purwakarta tersebut.
Hingga saat ini, Polres Purwakarta masih melakukan penyelidikan intensif dengan memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta menunggu hasil pemeriksaan forensik secara menyeluruh.
Kasus kematian Yogi Saleh menjadi perhatian luas masyarakat Purwakarta. Publik kini menantikan hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian guna mengungkap secara terang penyebab dan motif di balik peristiwa tragis tersebut.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti kematian maupun kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.
Redksi Sukapurwanews.com (Yd)

