PURWAKARTA – Program bantuan pernikahan sederhana bagi warga Purwakarta kini menjadi perhatian publik. Kebijakan yang menyediakan mobil gratis hingga bantuan uang bagi pasangan yang menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) disebut-sebut bermula dari gagasan Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, yang sejak awal mendorong konsep pelayanan langsung menyentuh masyarakat kecil.
Kini, program tersebut diumumkan dan dijalankan oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein. Kehadiran kebijakan ini pun memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat, termasuk penilaian bahwa sinergi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah harus terus dijaga agar program pro-rakyat tidak berubah menjadi persaingan pencitraan politik.
Sejumlah warga menilai, jika memang ide awal datang dari Wakil Bupati, maka hal tersebut seharusnya menjadi bukti bahwa roda pemerintahan berjalan kolektif. Namun di sisi lain, muncul pula spekulasi publik yang mempertanyakan apakah langkah cepat Bupati mengumumkan program itu menunjukkan keinginan untuk tetap menjadi figur utama di mata masyarakat.
Menariknya, warga juga menyoroti adanya perbedaan tambahan dalam pelaksanaan program tersebut. Jika gagasan awal Wakil Bupati lebih menitikberatkan pada fasilitas mobil gratis bagi pasangan pengantin, maka dalam versi yang diumumkan Bupati terdapat tambahan stimulus berupa bantuan uang usai prosesi akad nikah. “Hanya saja waktu dari wakilnya tidak ada tambahan pulangnya dikasih duit,” ujar salah seorang warga menanggapi kebijakan tersebut.
Meski demikian, banyak pihak berharap polemik itu tidak perlu dibesar-besarkan. Yang terpenting, program nikah hemat ini benar-benar memberi manfaat bagi warga yang selama ini terkendala biaya pernikahan.
Dalam program tersebut, pasangan yang menikah sederhana di KUA akan difasilitasi kendaraan dinas secara gratis untuk antar-jemput menuju lokasi akad nikah. Selain itu, pasangan pengantin juga dijanjikan bantuan uang sebagai bentuk stimulus dari pemerintah daerah.
Bupati Om Zein menyebut, pernikahan tidak harus digelar mewah. Menurutnya, yang utama adalah kesiapan membangun rumah tangga dan keabsahan secara agama maupun negara.
Sementara itu, masyarakat berharap baik Bupati maupun Wakil Bupati tetap kompak menghadirkan inovasi baru. Sebab bagi warga, siapa penggagasnya bukan persoalan utama, selama program tersebut nyata membantu dan tidak sekadar menjadi panggung popularitas.
Redaksi Sukapurwanews.com (Yd)
