PURWAKARTA – Seorang siswa taman kanak-kanak berinisial F, yang akrab disapa Koko, mengalami luka serius di bagian tangan kiri usai mengalami kecelakaan saat berada di lingkungan sekolah pada Rabu (22/4/2026). Akibat insiden tersebut, korban harus menjalani tindakan operasi darurat di rumah sakit.
Peristiwa itu disebut terjadi ketika kegiatan belajar sedang berlangsung, tepatnya saat waktu istirahat sekitar pukul 09.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu korban tengah berada di area permainan dan duduk dekat wahana ayunan.
Di waktu bersamaan, salah satu siswa lain memutar permainan komidi putar dengan kecepatan tinggi. Nahas, tangan kiri korban diduga terjepit pada bagian ujung permainan yang sedang berputar sehingga menyebabkan luka cukup parah hingga mengenai tulang.
Orang Tua Kecewa Penanganan Awal
Ayah korban mengaku sangat terpukul dan kecewa atas penanganan awal yang dilakukan pihak sekolah. Ia menilai korban seharusnya segera dibawa ke fasilitas kesehatan karena kondisi luka cukup serius.
“Anak saya harus menjalani operasi. Dari hasil pemeriksaan dokter, ada bagian tulang yang terkikis dan jaringan daging rusak. Saya kecewa kenapa tidak langsung dibawa ke rumah sakit, malah hanya dibalut perban,” ujarnya dengan nada emosional saat ditemui di area IGD rumah sakit.
Ia juga mempertanyakan sistem pengawasan sekolah terhadap anak-anak usia dini yang dinilai masih membutuhkan perhatian penuh saat bermain.
Penjelasan Pihak Sekolah
Kepala sekolah, Ela, menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di luar sekolah untuk mengurus administrasi lembaga. Menurutnya, guru yang berada di lokasi telah berupaya memberikan pertolongan pertama sambil menghubungi keluarga korban.
“Kami tidak berniat mengabaikan kejadian ini. Guru langsung membersihkan luka dan memberikan penanganan awal, kemudian menghubungi keluarga agar korban segera dibawa berobat,” jelasnya.
Pihak sekolah menyatakan siap bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban. Selain itu, sekolah mengakui keterbatasan tenaga pengajar menjadi kendala tersendiri, karena saat kejadian hanya terdapat dua guru yang menangani 19 siswa.
Jadi Evaluasi Keamanan Sekolah
Saat ini korban masih menjalani perawatan medis dan tindakan lanjutan untuk pemulihan jaringan serta tulang yang mengalami cedera.
Keluarga berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius bagi seluruh lembaga pendidikan anak usia dini, khususnya terkait standar keselamatan area bermain, kesiapan penanganan darurat, serta pengawasan siswa selama jam sekolah.
Sukapurwanews.com (Yd)
