Purwakarta — Suasana yang biasanya tenang di kawasan Bungursari berubah menjadi titik konsolidasi panas. Sejumlah penggiat olahraga masyarakat yang tergabung dalam berbagai INORGA berkumpul dalam agenda silaturahmi strategis di kediaman salah satu pengurus INORGA IKM, Aa Yadi.
Pertemuan ini bukan sekadar temu kangen. Ini adalah ruang konsolidasi serius. Isu yang dibahas bukan ringan. Bahkan bisa dibilang, ini adalah sinyal keras terhadap kondisi internal KORMI Kabupaten Purwakarta yang tengah menjadi sorotan.
⚠️ Isu Utama: Masa Jabatan & Dugaan Pelanggaran
Berdasarkan informasi yang berkembang dan diperkuat dalam forum tersebut, kepengurusan KORMI Kabupaten Purwakarta akan segera memasuki masa akhir perpanjangan pada 26 Mei 2026. Secara aturan, kondisi ini menuntut dilaksanakannya Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) sesuai AD/ART organisasi.
Namun, yang menjadi perhatian serius adalah munculnya dugaan:
Proses pembentukan kepanitiaan MUSKAB yang dinilai tidak transparan
Indikasi penyalahgunaan kewenangan jabatan
Keputusan organisasi yang dianggap menyimpang dari AD/ART KORMI
Pelanggaran terhadap etika organisasi
Nama oknum tidak disebutkan secara terbuka dalam forum. Tapi sinyalnya jelas: ada kegelisahan kolektif.
🔥 Hampir Semua INORGA Hadir — Ini Bukan Gerakan Kecil
Yang bikin panas, pertemuan ini dihadiri oleh hampir seluruh perwakilan INORGA aktif di Purwakarta. Artinya, ini bukan suara satu-dua pihak. Ini gelombang.
Daftar INORGA yang terlibat antara lain:
STI
FESPATI
AOPGI
KIS
YAI
BKI
ULD
IKM
PSI
ASIAFI
PORPI
FPSTI
APBSI
Formasi ini menggambarkan satu hal: soliditas mulai terbentuk.
📄 Hasil Pertemuan: Tidak Lagi Diam
Dari forum tersebut, dirumuskan beberapa poin penting yang akan segera ditindaklanjuti secara resmi:
Mendorong pelaksanaan MUSKAB KORMI Purwakarta secara terbuka, jujur, dan sesuai AD/ART.
Memohon arahan dan intervensi KORMI Jawa Barat untuk memastikan proses berjalan netral dan profesional.
Menuntut pembentukan panitia yang independen dan transparan.
Mendorong evaluasi terhadap dugaan pelanggaran etika dan penyalahgunaan kewenangan.
Menjaga marwah organisasi sebagai wadah olahraga masyarakat yang bersih dan inklusif.
Semua poin ini telah dituangkan dalam bentuk Surat Pernyataan Bersama yang akan dilayangkan resmi kepada KORMI Jawa Barat, dengan tembusan ke:
KORMI Nasional
Bupati Purwakarta
Kepala Disporaparbud Purwakarta
🧭 Arah Selanjutnya: Bola Panas di KORMI Jabar
Langkah ini menandai bahwa INORGA tidak lagi sekadar penonton. Mereka mulai mengambil posisi sebagai penjaga nilai dan aturan organisasi.
Kini bola ada di tangan KORMI Jawa Barat.
Apakah akan turun tangan? Atau membiarkan dinamika ini berkembang liar?
🎯 Penutup Tajam
Ini bukan konflik biasa. Ini soal arah organisasi. Soal integritas. Soal siapa yang layak memimpin wadah olahraga masyarakat.
Satu hal pasti:
Purwakarta sedang tidak baik-baik saja di tubuh KORMI. Dan para INORGA sudah mulai bergerak.
Red:SukapurwaNews


