-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    Aep Durohman Satukan Visi: Silat dan Budaya Jadi Kekuatan Baru Purwakarta

    29 April 2026, April 29, 2026 WIB Last Updated 2026-04-29T01:30:28Z



    SUKAPURWA NEWS

    Purwakarta — Hangat, Produktif, dan Penuh Harapan untuk Seni Budaya

    Selasa, 28 April 2026 menjadi momentum penting bagi geliat seni budaya di Kabupaten Purwakarta. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (DISPORAPARBUD), Dr. Aep Durohman, M.Pd, menerima kunjungan dua penggiat seni budaya pencak silat tradisi dalam suasana santai namun sarat makna di ruang kerjanya.


    Hadir dalam pertemuan tersebut, Dodi Suhada Akum, Guru Besar Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana, bersama Sri Mulyani, yang akrab disapa Bunda Laras, pelatih sekaligus pemilik Sanggar Widya Lokamanik serta guru kesenian di SDN 1 Cimahi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Pertemuan ini turut didampingi oleh Kepala Bidang Pariwisata, Dodi Samsul Bahri.



    Dalam suasana diskusi yang cair namun fokus, Dr. Aep Durohman menunjukkan perhatian serius terhadap berbagai gagasan yang disampaikan. Ia mendengarkan dengan seksama rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh para pelaku seni tersebut.


    Bunda Laras memaparkan rencana pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang akan digelar pada bulan Mei mendatang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan, tetapi juga sebagai panggung ekspresi seni bagi para peserta didik dari berbagai jenjang usia, mulai dari anak-anak hingga remaja. Para peserta merupakan penari Jaipong binaan Sanggar Widya Lokamanik yang selama ini aktif berlatih dan tampil dalam berbagai kesempatan. UKT ini dirancang tidak sekadar formalitas, tetapi sebagai proses pembentukan karakter, kedisiplinan, serta pelestarian seni tradisional sejak usia dini.


    Pembahasan kemudian mengalir pada visi besar pengembangan seni budaya di Purwakarta. Dr. Aep Durohman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bapenda dan kini memimpin DISPORAPARBUD, menegaskan komitmennya dalam menampung serta mendorong aspirasi para penggiat seni sesuai dengan peran strategis jabatannya saat ini. Terlebih, dengan kapasitasnya sebagai Ketua Paguyuban Pasundan Wilayah Purwakarta, beliau memiliki kedekatan emosional dan tanggung jawab moral terhadap pelestarian budaya Sunda.



    Salah satu program yang menjadi sorotan adalah rencana pelaksanaan Kejuaraan Seni Pencak Silat Tradisi di Kabupaten Purwakarta. Agenda ini diharapkan menjadi ruang kompetisi sekaligus pelestarian nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.


    Menanggapi hal tersebut, Dodi Suhada Akum menyambut dengan penuh antusias. Sebagai tokoh pencak silat sekaligus praktisi berpengalaman dalam penyelenggaraan event kejuaraan, baik di tingkat Jawa Barat hingga nasional, ia melihat peluang besar untuk menjadikan Purwakarta sebagai pusat kegiatan pencak silat tradisi yang berkelas.


    “Kami siap mendukung dan berkolaborasi. Ini bukan sekadar kejuaraan, tetapi momentum kebangkitan identitas budaya. Jika dikemas dengan baik, ini bisa menjadi agenda unggulan daerah bahkan berskala nasional,” tegasnya.


    Sementara itu, Kabid Pariwisata, Dodi Samsul Bahri, turut memberikan pandangan strategis. Ia menilai bahwa sinergi antara seni pertunjukan, olahraga tradisional, dan sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam menarik perhatian publik sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya Purwakarta.


    “Jika dikolaborasikan dengan konsep event yang matang, kejuaraan ini bisa menjadi magnet wisata. Bukan hanya tontonan, tapi pengalaman budaya yang utuh,” ujarnya.


    Pertemuan yang berlangsung santai tersebut justru menghasilkan arah diskusi yang konkret dan penuh semangat kolaboratif. Harapannya, sinergi antara pemerintah dan para pelaku seni ini mampu melahirkan program-program nyata yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan edukatif bagi masyarakat.


    Purwakarta tampaknya sedang menyiapkan panggung besar — bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk menunjukkan jati diri budaya yang berakar kuat dan siap tampil di tingkat yang lebih luas.


    Red:Sukapurwa News/dodi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +