PURWAKARTA — Organisasi pers tidak hanya dituntut tajam dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu membangun fondasi kesejahteraan bagi para anggotanya. Semangat inilah yang tampak dalam agenda Rapat Tahunan yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Purwakarta di wilayah Kecamatan Campaka, Sabtu (16/5/2026).
Forum tahunan tersebut tidak sekadar menjadi ruang evaluasi program kerja organisasi, melainkan juga melahirkan langkah strategis menuju penguatan ekonomi internal. Dalam momentum itu, PWI Purwakarta secara resmi menggagas pembentukan koperasi sebagai upaya menciptakan kemandirian ekonomi bagi insan pers di daerah.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu dihadiri jajaran pengurus dan anggota PWI Purwakarta. Selain membahas capaian organisasi selama setahun terakhir, forum juga menjadi ruang konsolidasi untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan profesionalisme wartawan.
Ketua PWI Purwakarta, Adi Kurniawan Tarigan, menyampaikan bahwa rapat tahunan ini memiliki makna penting sebagai penguat solidaritas organisasi di tengah dinamika dunia jurnalistik yang terus berubah.
Menurutnya, organisasi pers harus mampu menghadirkan manfaat konkret bagi para anggota, tidak hanya dalam pengembangan kompetensi, tetapi juga aspek kesejahteraan.
“Momentum ini menjadi sarana memperkuat kekompakan organisasi sekaligus meningkatkan kualitas profesionalisme anggota. Kebersamaan harus dibangun dalam bentuk nyata,” ujarnya.
Koperasi Jadi Langkah Strategis Kemandirian Wartawan
Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah pembentukan Koperasi PWI Purwakarta. Kehadiran koperasi dipandang sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan kesejahteraan wartawan di tengah perubahan industri media dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Melalui mekanisme musyawarah, forum secara aklamasi menetapkan Jainul Abidin sebagai ketua koperasi perdana. Ia akan didampingi oleh Sakip Mahmud sebagai sekretaris dan James Gordon sebagai bendahara.
Keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan anggota terhadap jajaran pengurus yang diharapkan mampu membawa koperasi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi organisasi.
Dalam penyampaiannya, Jainul Abidin menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar pelengkap administratif, melainkan wadah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.
Ia menilai wartawan membutuhkan fondasi ekonomi yang sehat agar dapat menjalankan fungsi jurnalistik secara independen dan profesional tanpa tekanan kepentingan tertentu.
“Koperasi ini harus menjadi ruang pemberdayaan bersama. Harapannya, seluruh anggota bisa merasakan manfaat langsung dan memiliki penguatan ekonomi yang berdampak terhadap profesionalisme kerja,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pengembangan unit usaha produktif agar koperasi dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan.
SIWO Dibentuk, PWI Perluas Peran Sosial dan Organisasi
Selain fokus pada sektor ekonomi, rapat tahunan juga menghasilkan keputusan pembentukan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) sebagai bagian dari penguatan peran organisasi dalam mendukung perkembangan dunia olahraga di Purwakarta.
Pembentukan SIWO dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi PWI, tidak hanya dalam pemberitaan, tetapi juga membangun ekosistem olahraga melalui keterlibatan insan pers.
Usai agenda resmi berakhir, suasana forum berubah lebih cair melalui kegiatan kebersamaan yang diisi hiburan musik, santap bersama, hingga kegiatan memancing yang diikuti anggota. Momen tersebut menjadi ruang mempererat hubungan kekeluargaan di antara sesama wartawan.
Rapat tahunan ini sekaligus menegaskan arah baru PWI Purwakarta: membangun organisasi pers yang tidak hanya kuat dalam kualitas jurnalistik, tetapi juga solid secara kelembagaan serta mandiri dalam aspek ekonomi demi menjaga profesionalisme dan integritas wartawan.
Redaksi Sukapurwanews.com (Yd)
