PURWAKARTA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Purwakarta bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Purwakarta menggelar pertemuan strategis guna membahas mekanisme perencanaan pembangunan desa, khususnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS), pada Selasa, 28 April 2026,di Ruang Rapat kantor DPMD Purwakarta.
Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan penentuan lokasi kegiatan, tahapan perencanaan, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Kepala DPMD Kabupaten Purwakarta, Rustaman Arifin, menjelaskan bahwa program TMMD tahun berjalan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1,7 miliar, sedangkan program BSMSS memperoleh dukungan dana sebesar Rp800 juta. Kedua program tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan.
Menurut Rustaman, seluruh kegiatan pembangunan desa yang dijalankan pemerintah daerah tidak dilakukan secara sepihak, melainkan telah melewati tahapan perencanaan yang sistematis dan partisipatif.
“Lokasi kegiatan TMMD yang saat ini sedang berjalan merupakan hasil usulan dalam Musrenbang tahun 2025. Musrenbang menjadi instrumen utama dalam menampung aspirasi masyarakat dengan pola perencanaan dari bawah ke atas,” ujarnya.
Ia menegaskan, setiap usulan pembangunan yang masuk berasal dari kebutuhan riil masyarakat di desa, kemudian dibahas bersama dalam forum resmi yang melibatkan pemerintah desa, kecamatan, perangkat daerah, hingga unsur teknis lainnya.
Dalam proses Musrenbang, kata dia, berbagai usulan disampaikan secara terbuka dan dikaji berdasarkan tingkat kebutuhan, manfaat, urgensi, serta kesiapan pelaksanaan. Selain melalui forum Musrenbang, desa juga dapat memperkuat usulan melalui pengajuan proposal kepada pemerintah daerah.
Setelah melalui proses evaluasi dan penentuan skala prioritas, Desa Sukajadi ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas pelaksanaan program karena dinilai memiliki kebutuhan pembangunan yang mendesak dan layak mendapat perhatian.
Rustaman menambahkan, pembangunan desa tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh unsur masyarakat, termasuk media massa. Karena itu, pihaknya mengajak insan pers untuk turut mengawal jalannya pembangunan agar berlangsung terbuka dan tepat sasaran.
“Kami mengajak rekan-rekan PWI Purwakarta untuk bersama-sama bersinergi membangun desa. Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus melakukan fungsi pengawasan,” katanya.
Selain itu, ia juga memberikan pesan kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Purwakarta agar tidak menutup diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat maupun media.
“Kepala desa jangan pernah alergi terhadap kritik. Kritik justru menjadi bagian penting dalam evaluasi serta perbaikan demi kemajuan pembangunan desa,” tegas Rustaman.
Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, TNI, dan insan pers, pembangunan desa di Kabupaten Purwakarta diharapkan semakin transparan, tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.
Redaksi Sukapurwanews.(Yd)

