-->
  • Jelajahi

    Copyright © Sukapurwa News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Blogger Templates

    Iklan

    Rehab Ruang Kelas SMPN 1 Satu Atap Gunung Hejo Jadi Sorotan, Kepala Sekolah Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

    19 Mei 2026, Mei 19, 2026 WIB Last Updated 2026-05-19T22:15:43Z

     



    PURWAKARTA – Proyek rehabilitasi ruang kelas di SMPN Satu Atap Gunung Hejo, Kabupaten Purwakarta, menuai sorotan setelah pihak sekolah menyampaikan sejumlah keluhan terkait hasil pekerjaan yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi harapan. Proyek yang dikerjakan oleh CV Mulya Pratama tersebut diketahui menggunakan anggaran sebesar Rp448 juta yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.


    Kepala sekolah, Siti Maryam, mengungkapkan bahwa sejumlah bagian penting bangunan dinilai belum tersentuh secara maksimal dalam proses rehabilitasi. Ia menyoroti kondisi keramik lantai di beberapa ruang kelas yang masih mengalami keretakan, sementara ventilasi atau lubang angin lama disebut tidak ikut diganti meskipun menurut pihak sekolah kondisinya sudah memerlukan pembaruan.


    Selain itu, persoalan saluran pembuangan air juga menjadi perhatian. Pihak sekolah mengeluhkan aliran air hasil rehabilitasi disebut mengarah ke area taman kanak-kanak (TK) di lingkungan sekitar sekolah, sehingga menimbulkan dampak berupa genangan ketika hujan turun.


    “Harapan kami saluran air jangan dialihkan ke halaman TK karena guru-guru di sana mengeluhkan area sekolah menjadi tergenang setelah rehab ruang kelas dilakukan,” ujar Siti saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).


    Tak berhenti di situ, Siti mengaku sempat menyampaikan keberatan kepada pelaksana proyek terkait beberapa item pekerjaan yang menurutnya belum optimal. Ia juga mengusulkan pembangunan fasilitas wastafel untuk menunjang kebersihan lingkungan sekolah, terutama guna mendukung kebiasaan hidup bersih di lingkungan pendidikan. Namun usulan tersebut disebut belum direalisasikan.


    “Saya sempat menyampaikan komplain terkait keramik dan ventilasi yang tidak diganti. Bahkan saya juga sempat mengusulkan adanya wastafel, tetapi tidak masuk dalam pekerjaan,” katanya.


    Sorotan terhadap proyek rehabilitasi ini semakin menguat mengingat nilai anggaran yang digunakan mencapai ratusan juta rupiah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan pekerjaan, ketepatan spesifikasi teknis, hingga pengawasan dari pihak terkait terhadap proyek rehabilitasi fasilitas pendidikan tersebut.


    Pihak sekolah berharap adanya evaluasi menyeluruh dari instansi berwenang agar hasil rehabilitasi benar-benar memberikan manfaat optimal bagi proses belajar mengajar. Evaluasi juga dinilai penting agar penggunaan anggaran daerah dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta tidak meninggalkan persoalan yang justru menjadi keluhan di lingkungan sekolah.


    Redaksi Sukapurwanews.com (Yd)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +